Menampilkan postingan dengan label Puisi/Senandika

Puisi untuk Jiwa

Puisi untuk jiwa dimaksudkan sebagai catatan tugas membuat puisi yang inspirasinya didapat setelah membaca sebuah buku. Adapun buku yang kubaca kali ini berjudul Kepundan. Sebuah novel bertema sosial…

Renungan Diri

Banyak hal terlalui hari ini, begitu juga banyak hal terlewati. Lantas apakah kita sudah sibuk menghitung nikmat yang Allah beri. Berupa hari yang terlalui dengan baik. Atau justru melenggang lalu da…

Hari Ini Aku Alpa

Ruang kosong itu tetap tak berisi. Nyaris tak ada yang menghampiri. Meski suara riuh rendah mencoba menyeberangi pintu. Tetap saja, belum ada yang mampu menetap, apalagi tinggal. Jangankan itu, menye…

ODE UNTUK GURU

Oleh : Arhana Guru Tuturmu digugu lakumu ditiru Tak ada kata patah Tak ada rasa lelah Semangatmu kobarkan asa Mengangkasa bersama doa doa Untuk aku, yang masih butuh arahan dan didikanmu Seorang boca…

Kutemani Kau dalam Diam

Mungkin kau merasa, bahkan bertanya dalam benak. Apakah aku sungguhan menyayangimu? Oh, tunggu mungkin terlalu tinggi untuk berkata sayang. Bahkan mungkin, kau berpikir apakah aku seserius itu meneri…

Hari Ini Sepi

Hari Ini Sepi Hari ini tak ada pesan Sepi tak bertuan Tak ada kata yang dapat dikatakan Juga tak ada suara untuk didengarkan Sepi tak bertuan Melenggang lesu kembali ke peraduan Mere…

Gerimis Rindu

Bagaimana aku bisa melakukan itu? Rintik hujan hanya bisa membasahi tanah berdebu Tidak untuk menjadi tinta perajut mimpiku Rintik gerimis yang diam-diam membasahi hati, kuyup Membangunkan gi…

Kepada Rinai Kemarin

Catatan ini masih kugenggam Merapalkannya perlahan dalam dalam Mungkin derasmu tak kan sempat hanyutkan Jika aku selesai pada batas penguasaan Hai Rinai, Kenapa engkau tak jua kabarkan Betapa…

Hujan di Sore Senja

Tuhan selalu punya cara mengembalikan kenangan Menjadikan setiap kepingannya adalah rindu yang candu Bersama rintik kemilau gerimis, warna itu menyapaku, lagi Dan sebab, Tuhan selalu punya cara …

Bulan Hujan

Bersama hujan, aku merenda kisah ini lagi... Tadi sore, samar-samar aroma tanah basah memenuhi ruang indera. Bisa dipastikan hujan tengah dalam perjalanan menyambangi kotaku. Meski ribuan suara me…

Masa dalam Kenangan

Tunggu aku, Debur ombak bergulung Meluruhkan segalagala Berdebur, bergerombol, lalu pergi Waktu Memiliki batas antara ada dan tiada Sebagaimana semesta memiliki siang dan malam Dan ak…

Stuck ... Lagi-lagi Stuck

Puing-Puing Ingatan Oleh: Arhana Rasanya entah Tak mengerti mengapa sudah Berhenti tanpa jeda dan tak memberi kesempatan Apapun itu Terlintas sekejap Kemudian memilih untuk tak hinggap l…

Petrichor Rindu

Source design by Canva Rindu selalu saja meningkahi pongah Tak peduli seberapa berat aku harus menanggungnya Dan hujan November menjadi pengantar mula Bersama sejumput asa, aku kembali m…

Perempuan Diksi

Sumber: Dokumen Pribadi Desain by canva PUISI Oleh: Arhana Catatan itu karam Terbebas dari ricuh yang bergemuruh Terjauh dari sentuh yang membunuh Terhapus dari memori yang lusuh Tulisan i…

Seperti Pena

Kita pernah terberai Kemudian teruntai dalam makna Kita pernah tercecer Kemudian terangkum dalam doa Dan garis putusputus itu semacam noktah Yang kau sambung perlahan di atas lembaran cinta Hi…

Membersamaimu

Ada hal yang ingin kusampaikan Ini tentangmu Hari ini, adalah hari pertamamu di tahun kedua Susah senang telah kita lewati bersama Selama setahun ini Bukan aku tak pernah mengeluh Hany…
Subscribe Our Newsletter