Kenal Lebih Dekat Si Penenun Kata

 Assalamu'alaikum Warohmatulloh Wabarokaatuh

Selamat dan semangat pagi, Sahabat PeKat di mana pun kalian berada. Tak berasa Ramadan 1442 H akan segera tiba. Semoga Allah meridai kita untuk sampai pada bulan yang penuh ampunan dan barokah ini. Aamiin .... Ngomong-ngomong, saya di sini mau bercerita sedikit tentang Penenun Kata dan Teras Kata.

Penenun Kata adalah siapa orang yang menyuguhkan hidangan berisi nutrisi leher ke atas di sebuah petak cukup bernama Teras Kata. Maka, kesatuan dari keduanya kita sebut dengan Teras Kata Si Penenun Kata, ialah blog ini.


Mengenal Sisi Lain Penenun Kata

Sampai hari ini kontributor di Teras Kata masih tunggal ya. Yaitu saya sendiri, yang lebih sering membranding diri dengan nama pena, Arhana, yang kemudian mendeskripsikan dirinya menjadi sesosok penenun kata. Karena kalau diperhatikan memang, apa yang saya minati justru cenderung kepada kedua hal yang menyatu dalam sebuah nama, Penenun Kata.

Saya suka menenun yang mungkin lebih tepatnya merajut. Kemudian kata, yang menurut saya adalah perpaduan antara rasa dan suara, hingga menyatu menghasilkan sebuah makna berupa kata-kata atau tulisan. Maka, lahirlah Penenun Kata di antar resah dan gelisah saya menemukan nama yang tepat untuk rumah virtual yang sebetulnya juga sudah lama tidak dikunjungi.

Oleh karenanya, Penenun Kata lahir dari rahim pertiwi melalui jemari dan sebab rida Ilahi Rabbi. Aamiin 😊

Karena Arhana sendiri adalah nama pena, semoga kalian berkenan berkenalan dulu dengan saya yang sesungguhnya, Handiana Muthoharoh. Seorang gadis yang peduli terhadap pendidikan anak tetapi tak suka nyemplung di dunia pendidikan itu sendiri. Lebih suka jadi teman belajar yang tak terikat administrasi dan banyak eksplorasi bersama teman belajarnya. Penyuka hujan yang sensitif kalau kena hujan dan masih saja menjadi penikmat sastra meski burangkali masih gagal merangkai kata untuk sebuah karya sastra.

Nana, panggilan masa kecil hingga kini yang paling sering terdengar, adalah saya yang setiap saat menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman-teman di sebuah lembaga berjuluk gedung hijau untuk berdiskusi banyak hal, mencari solusi atas ketidakmengertian bersama, dan tentu saja mengerjakan tugas harian. Iya, gedung sekolah.

Yang tak kalah penting, kelahiran Penenun Kata tak lepas dari sosok anak yang sangat istimewa, Avi, namanya.

Mengunjungi Penenun Kata

Ketika kita dihadapkan pada kata mengunjungi, yang terbayang di benak pertama kali adalah perjalanan. Kemudian membutuhkan peta atau semacam alat bantu penunjuk arah atau juga navigasi. Nah, maka di sini saya akan uraikan satu per satu yang berkaitan dengan Teras Kata Si Penenun Kata. Sehingga sebagai pengunjung, Sahabat nanti tidak ada yang tersesat apalagi salah alamat.

  • Warna

Yang pertama ingin saya kenalkan adalah konsep warna. Jujur sampai hari ini saya belum menemukan komposisi yang pas berkenaan dengan warna. Di rumah virtual ini saya hanya ingin menggunakan perpaduan tiga warna, ungu, abu tua, dan putih. Alasan spesifiknya yang jelas saya belum menemukan apa filosofinya. Tetapi sejauh ini saya suka. Ada putih, ungu, kemudian abu tua yang dimanifestasikan sebagai warna silver.

  • Logo
Untuk logo sendiri, saya menggunakan logo yang pernah saya pakai sebelumnya di favicon. Tetapi karena terlalu kecil, maka logo ini saya gunakan untuk menandai sebuah desain buatan saya. Berikut penampakannya:
Teras Kata Si Penenun Kata

Dan untuk favicon, karena mengharuskan untuk menggunakan ukuran persegi atau seperti size post instagram maka, saya buat khusus seperti berikut:
Penenun Kata Arhana

Nah, di sini saya tetap menggunakan warna daripada tema, yaitu ungu dan putih.

  • Niche
Berikutnya adalah tentang niche atau tema post blog secara umum. Kalau bahas persoalan ini, saya kembali ingat saat harus menentukan satu di antaranya saat mengikuti kelas pelatihan pembelajaran. Jadi, akhirnya satu dari banyak hal yang ingin saya jelajahi justru jatuh pada literasi. Literasi membuka insight saya bahwa seharusnya ia tidak hanya sekedar menulis dan membaca tetapi lebih dari itu. Tinggal apa yang ingin diselami, media kah, teknologi kah, dan lain-lain.

Nah, di Teras Kata Penenun Kata sendiri meski nampaknya belum soesifik sekali, tetapi saya lebih fokus pada literasi membaca dan menulis.

  • Label
Yang menarik kemudian setelah niche blog adalah label yang saya gunakan untuk membagi postingan saya menjadi beberapa bagian. Diantaranya ada:

💜 Buku

Di sini saya akan banyak berbagi tentang buku. Baik itu buku yang telah tuntas saya baca kemudian saya mereviewnya. Atau sekadar membagikan secuil pengalaman mendapatkan ilmu baru tentang dunia kepenulisan dan seputar buku lainnya.

💜 Dialog Hati

Sedangkan ini ruang khusus yang saya sediakan untuk menampung semua perdebatan anatara hati dan pikiran, yang kadang membuat saya pening sendiri. Makanya supaya enggak pening, dibagi saja, siapa tahu malah jadi manfaat, kan?

💜 Kisah

Lalu di sini saya akan sedikit membagikan kisah yang mampir ke dalam 24 jam waktu saya. Dan tentu saja yang terekam erat oleh memori saya.

💜 Kolaborasi

Ini adalah ruang kolabora, di mana tulisan yang berkumpul di sana adalah hasil buah pikir bersama atau mungkin bettle. Tapi kalau kolaborasi enggak mungkin perang sih ya. yang ada malah kita saling mengisi satu sama lain. Sejauh ini bisa dilihat berapa kali saya sudah membuat tulisan kolabs ini. Buat kamu yang juga ingin melakukannya bersama saya, boleh hubungi saya di kontak yang telah saya cantumkan di bagian akhir halaman ini. 

💜 Lomba

Nah, yang ini untuk menandai bahwa postingan tersebut saya ikutkan sebuah lomba.

💜 ODOP

Label khusus komunitas ya Sahabat. Karena yang saat ini saya aktif mengikutinya adalah One Day One Post (ODOP), rasanya saya perlu membuatkan akun khusus supaya mudah untuk tracking postingan. Meski seringnya saya juga tidak menggunakannya secara spesifik. Artinya, masih dibarengi dengan label yang lain. Tapi, ada kalanya juga saya akan berbagi informasi tentang ODOP di sini.

💜 Opini

Wuah, kalau tadi ada ruang khusus sekarang apa ya. Saya tuh selain suka debat dalam hati alias dialog hati juga suka beropini untuk diri sendiri. Maksudnya untuk dikonsumsi sendiri. Makanya ini sekarang disediakan ruangan yang siapa tahu opini yang tertampung di sini bisa menjadi wasilah penebar manfaat bagi pembaca.

💜 Puisi/senandika

Yuhuuu, ini adalah label paling istimewa sesungguhnya. Karena saya juga tercengang kalau ternyata dia menempati urutan pertama sebagai label yang sering digunakan. Itu artinya selama ini saya lebih banyak menulis puisi atau semacamnya, kah? Markibuk saja ke TKP.


Portofolio


Selamat menjelajah dan berselancar bersama Penenun Kata dan Sahabat PeKat lainnya.

Wassalamu'alaikum warohmatulloh wabarokaatuh


Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter