Self Healing dengan Menulis

Self healing dengan menulis


Akhir-akhir ini, menulis merupakan sesuatu yang tak mudah bagiku. Menjadi lelah dan tak bergairah untuk berbagi lewat tulisan. Entah rasa yang tak kunjung padam, atau justru sebab rinai yang tak kunjung usai. Aku masih terperangkap dalam bahasa yang biasa disebut dengan blocking.

Bukan tanpa sebab tentu saja, karena beberapa saat aku sedang tak suka berlama-lama duduk termenung di depan gawai, dalam jenis apapun. Seketika itu pula seluruh ide rasanya menemui jalan buntu. Apakah semudah itu menyerah pada tantangan, di saat hati ingat, betapa sudah banyak waktu terpakai untuk berjuang sampai titik ini. Lantas, apa yang sesungguhnya kucari?

Dalam penatnya diri, dalam putaran bumi pada porosnya pun ketika berevolusi pada matahari. Diri menyadari sesuatu yang sering orang sebut dengan kesehatan mental. Kondisi psikis yang dapat dipengaruhi oleh situasi, bisa semakin buruk pun sebaliknya. Kita tahu, bahwa kesehatan mental akhir-akhir ini menjadi satu dari sekian banyak hal yang diperhatikan.

Situasi dan kondisi yang sedemikian rupa, tak ayal menjadikan pribadi masing-masing individu bereaksi. Terlepas dari hal apa yang menyebabkan seseorang menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Semestinya menulis menjadi salah satu bentuk untuk menjadi baik-baik saja.

Membaca tema ini berulang-ulang, menjadikanku ingat pada tulisan masa lalu tentang healing, di mana saat itu tulisanku diwarnai referensi dari buku Ketika Diam Bukan Emas. Ada yang tahu, itu bukunya siapa? Iya benar sekali, karya James W. Pennebaker. Buku ini merupakan kumpulan riset dari Pennebaker tentang bagaimana sebuah tulisan menjadi perantara kesembuhan seseorang. Tetapi, tulisan seperti apa yang bisa memberikan efek seperti itu?

Aku enggak akan jelasin di sini ya, sahabat PeKat. Kalian dapat googling dulu intisari dari buku tersebut. Well, temuan Pennebaker ini yang kemudian menjadikanku lebih giat lagi menekuni dunia menulis. Bisa dibayangkan dong, sejak kecil aku suka menulis, tapi belum merasakan dampak yang semenakjubkan itu. Sehingga, aku tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis tulisan seperti apa sih yang bisa bikin efek terapi itu bekerja.

Nah, dari situ pula aku mulai berpikir bahwa self healing bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Ya, kita cukup berbekal pena dan kertas sebagai medianya. Meskipun memang dalam prakteknya, butuh seorang ahli untuk mendampingi selama proses. Tetapi, jika diri yakin untuk do something by yourself, kupikir ya enggak ada salahnya juga dicoba.

Kalau aku dulu memang menggunakan teknik ini untuk bahan riset tugas akhir. Meski mungkin saat praktek, ada hal-hal yang enggak maksimal untuk kukerjakan sendiri. Tetapi atas kerjasama yang baik dari responden, maka riset itu pun membuahkan hasil. Alhamdulillah ....

So, menjaga kesehatan itu bukan hanya sehat secara fisik saja ya, Sahabat. Tetapi, sehat secara mental pun menjadi satu hal mendasar yang enggak bisa diremehkan. Kewarasan diri menjadi sumber perbaikan hal lainnya. Kalau dulu aku sering dengar mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Tentu saja kita tidak menampik hal tersebut, tetapi menjaga keseimbangan pun akan menambah kebaikan dari dua hal yang kita jaga itu. Sehat secara fisik juga sehat secara mental. 

Dan menjaga kesehatan mental, salah satunya bisa kita lakukan dengan cara yang kita sukai. Melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan, mungkin. Atau mengaktifkan kembali otot menulis, dengan muatan tulisan yang lebih mendalam. Kalau pun misalnya tulisan itu tak untuk disantap khalayak umum, kita bisa menyimpannya sendiri, atau membakar kertasnya saat telah selesai menulis. Maka, kalau ingat hal ini, rasa-rasanya seperti tak ada alasan lagi untuk stagnan. Kalau hal yang sederhana saja bisa memberikan efek meski tak signifikan, apalagi sesuatu yang serius dan rutin dilakukan. Yuk, menulis lagi! (*


Ar, 492020

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter