Membaca untuk Menulis

Happy Reading!

Pernah ndak kamu membayangkan namamu ada di sampul salah satu buku yang tersusun rapi di toko buku terbesar di kotamu? Atau membayangkan namamu ikut tercetak dalam salah satu karya antologi sebuah penerbit. Kalau aku sih, iya. 😍 Meskipun baru saja mimpi itu terdaftar dalam deretan cita-citaku. Kalau dulu, aku hanya sebatas membayangkan menikmati suasana dingin dan sejuknya malam untuk membagi kisah melalui media seperti yang sekarang kalian baca. Hehem, tentu saja bukan curhatan. Aku sih, enggak suka curhat-curhat di media sosial. 😄 Nemu solusi enggak, malah dapat nyinyiran. Jadi, ya sharing apa gitu yang sekiranya bisa manfaat buat banyak orang. Salah satunya adalah dengan menjadi penulis buku. 😍

Nah, ngomong-ngomong soal menulis nih. Seorang penulis itu tentu enggak jauh dengan yang namanya buku. Sebab mereka yang terbiasa menulis, tentu juga biasa membaca. Harusnya seperti itu, Sahabat. Karena seperti kata Bunda Asma, penulis yang baik adalah pembaca yang baik. kalian tentu sepakat bukan, bahwa penulis yang baik itu adalah ia yang luas pengetahuannya, kaya kosakatanya, juga rendah hati bahasanya. Semua itu didapat jika seseorang rajin membaca karya-karya pendahulu atau pun karya-karya yang terlahir juga pada masanya.

Seperti filosofi teko yang dibagikan host-ku di live streaming instagram. Bahwa apa yang kita isikan ke dalam teko, maka itu pula yang akan kita tuang. Maka, otak kita itu ibarat teko, yang kita isi dengan ribuan kosakata ketika sedang membaca. Hal itu pula yang membuat seorang penulis menjadi lancar untuk menuangkan isi pikirannya ke dalam sebuah tulisan. Membaca ini tak terpaku pada buku fisik yang bisa kita pegang wujudnya. Tetapi, kita juga perlu mengembangkan kepekaan hati untuk membaca situasi dan kondisi yang sedang terjadi di sekitar kita. Sehingga, kepala kita kaya akan ide dan tabungan kata pun bertambah.

Jadi, menulis itu erat kaitannya dengan membaca. Dan bicara tentang membaca, ada kah bacaan atau buku favorit dari sekian banyak buku yang sudah kalian baca? Kalau aku, enggak bisa menentukan satu buku menjadi bacaan favorit, sih. Karena bagiku setiap buku itu unik. Mereka hadir bersama dengan karakter penulisnya. Serta menghampiri garis hidupku dengan beragam solusi yang ditawarkan. Apakah itu menghibur, memotivasi, pun memberikan jawaban.

Tetapi, meskipun demikian, ada beberapa judul yang baru-baru ini membuatku suka. Ya bukan judulnya saja dong. Isinya sederhana, maksudku bahasanya sederhana seperti bahasa yang kita temui sehari-hari. Konflik yang diketengahkan pun sesuatu yang jamak kita temui. Tetapi, pemikiran dan ide yang ada di dalamnya, mungkin belum banyak orang pahami. Dan ketika membaca buku itu, aku jadi berpikir bahwa orang semacam itu memang ada. Dan seringkali tak mudah baik menghadapi atau pun menjadi si pribadi tersebut. Buku ini berjudul Realize Real Lies, lebih tepatnya e-novel. Belum bentuk buku, sih. Aku bacanya di platform menulis online. Satu buku lagi yang bentuknya e-book, tapi kali ini sudah ada versi cetaknya. Judulnya Garis Lurus.

Ketika membaca, seringkali aku tak terlalu memikirkan siapa penulisnya. Karena aku lebih menikmati pesan-pesan yang tersirat di setiap paragraf karya itu. Dan bagiku, setiap karya memiliki pelajaran yang berbeda, baik kuantitas maupun kualitas. Tanpa perlu mendeskriditkan maka, semua karya layak untuk dibaca, diapresiasi, dan dipelajari. Bersama Garis Lurus, aku menemukan itu. Nama penulisnya baru kubaca, dan lagi Garis Lurus adalah karya pertamanya. Tetapi, hampir tak kutemukan cela di sana. Baik itu penulisan tanda baca, salah ketik, atau bahkan kata yang tertukar posisinya dalam kalimat.

Membaca Garis Lurus, menguatkanku untuk bisa kembali rajin membaca. Sebab dengan banyak membaca, aku menjadi semakin banyak belajar dan tahu. Namun lagi-lagi, ketahuan dan beragam hal yang kupelajari itu, tak lantas menghalalkan aku untuk bisa menjadi tinggi hati. Karenanya, yuk temukan hikmah di balik semua aktivitas yang kita tekuni. Apapun itu, sebab pelajaran ada di mana saja. Selagi kita mau mencarinya.


Happy Reading!

Ar, 28082020

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter