Garis Lurus : Kutemukan Lagi Arti Membaca untuk Hidupku



Juli hampir usai, pergi meninggalkan kita begitu saja. Kalau kata Cak Nun, "Jika ada yang kembali, itu karena ada yang pergi." Maka, jika ada yang akan pergi, berarti sebab ada yang datang menghampiri. Meskipun ya, waktu berjalan konsisten. Tetap seperti itu saja. Yang berubah-ubah adalah manusianya.

Kalau Juli hampir saja meninggalkan tempatmu dengan cara seperti ini, apakah iya kamu juga akan ikut dengan cara biasa-biasa juga? Tak adakah usaha untuk menjadikanmu layak beriringan dengannya. Atau kau akan tetap seperti itu saja. Tak berkembang kemudian layu dan terusir sebab tak kuat beradaptasi.

Entah apa yang tertulis ketika Juli hampir saja meninggalkan, saat itu. Seolah semua waktuku tak sedikit pun berluang untuk sekedar mendengar celotehnya. Habis dan tandas terlibas oleh pekerjaan yang sepertinya sengaja kuhadirkan. Supaya aku menjadi kian sibuk dan larut. Tetapi, apakah iya? Aku melepas Juli begitu saja.

Sampai hari ini, ketika Agust kembali mencercaku dengan ribuan kata. Mengoyak supaya langkahku semakin melebar. Tetapi nyatanya aku masih tetap duduk di sini. Merenung dan kembali terpekur.

Hari ini, aku baru saja menyelesaikan bacaan yang sengaja kumulai (lagi). Sebuah novel inspiratif, bertema kemanusiaan. Mengangkat kisah seorang yang memiliki asperger dan OCD. Sahabat PeKat mungkin sudah ada yang paham betul tentangnya, atau belum tahu sama sekali. Googling saja ya, 😁

Kenapa aku tertarik membacanya? Tentu saja itu karena bersinggungan dengan bidang yang (kebetulan) kuminati. Sesuatu yang pernah menarikku kala itu. Meski kutak tenggelam karenanya. Tapi aku menjadi aangat tertarik setelah justru tak pernah lagi bergelut dengannya. Ya, bidang kejiwaan, mental, dan psikis manusia. 😃 Sama saja ya? Aku hanya memboroskan kata dengan menuliskan semua sinonim itu.

Ah, baiklah. Buku ini membuatku merasa amaze setelah menamatkannya. Ada hawa sejuk yang tiba-tiba menelusup dalam sendi dan menyebar tanpa permisi ke seluruh organ gerak atasku. Entah, sensasi apa itu. Rasanya seperti disiram air es. Tapi dingin di dalam.

Buku ini kutemukan saat membaca secara acak artikel yang dikirim gramedia digital melalui email. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku terlalu berminat untuk membaca bahan yang berkenaan dengan psikologi. Apapun itu. Maka, kutelusuri satu per satu buku yang direkomendasikan di sana. Meski sayangnya, tak semua ada di gramedia digital.

Balik lagi soal buku ini. Oiya, kali ini aku enggak baca buku fisik, sih. Tapi versi e-book ya. Judulnya Garis Lurus, siapa tahu kalian juga mau baca. Ditulis oleh Arnozaha Win.

Garis Lurus merupakan buku pertama penulis. Tapi, membacanya hampir tak menemukan cela. Aku larut saja dalam alur yang dibuat. Bayangkan saja, tokoh utamanya menderita asperger dan OCD. Dan kita diajak menyelami pikirannya. Bagaimana seorang asperger memaknai hidup dan lingkungannya. Bagaimana ketika ia mengenali bahasa dan ekspresi wajah bagi "manusia normal". Sampai kemudian bagaimana ia bisa toleransi dengan kehidupan di sekitarnya.

Tanpa pernah memahami semua itu, mungkin "manusia normal" selamanya tidak akan paham tentang kenormalannya sendiri. Banyak hal yang kutemukan dari buku ini. Terutama tentang sisi kemanusiaan yang mungkin orang normal justru lost darinya.

Sekali lagi, buku seperti ini memang tidak bisa menggantikan pendapat ahli. Ia hadir sebagai referensi dan gambaran secara umum tentang perasaan dan pikiran mereka, untuk dapat dipahami oleh awam sepertiku. Dan bahkan dari sini pula, kita bisa belajar bagaimana seharusnya kita menyikapi jika suatu saat dipertemukan dengan hamba Allah yang luar biasa ini. Dari buku ini pula akhirnya aku pun banyak belajar, tentang kesyukuran dan ketulusan.

Sebab semua insan dibekali kelebihan juga kelemahan yang seimbang. Tak perlu menyorot siapa yang baik dan tidak. Maka, sudah semestinya keberadaan manusia satu dengan lainnya bisa saling melengkapi dan mendukung. Tentu saja pada hal-hal yang tak melanggar aturan yang telah Allah ciptakan.

Buku luar biasa yang kutemukan (lagi). Buku yang membuatku ingin membaca semakin banyak lagi. Karena dengan membaca, aku menemukan banyak hal yang mungkin belum pernah kupahami sebelumnya. Dan tentu saja menemukan harta karun lain yang tak pernah terpikir akan kudapati ketika membaca. So, mau baca buku apa lagi di pertengahan Agust ini?

Supaya Agust tak pergi begitu saja seperti Juli yang berlalu tanpa basa-basi. ☺️

Happy reading!

Kediri, 18820

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter