Blog: Diary Digital atau Portofolio Karya

Blog: Digital Diary atau Portofolio Karya


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Apa kabar Sahabat PeKat? Lama tak bersua, semoga kalian senantiasa dilimpahi kesehatan dan rezeki yang lapang. Kondisi masih tetap harus waspada, jaga diri, jaga hati, dan jaga kesehatan. Be positive thinking!

Setelah berdiam cukup lama, hari ini aku memutuskan kembali. Tentu saja dengan membawa bahan "makanan" yang mungkin bisa kita nikmati bersama. Kali ini aku mau mengolah lagi tentang blog. Bagi Sahabat PeKat mungkin merasa sudah pernah dibahas kenapa dibahas lagi? Nope, semoga kali ini meski sajiannya terasa mirip tetapi isiannya berbeda. Boleh jadi sama-sama sup sayur, tapi isinya bisa kita kreasikan menurut selera masing-masing. Ok, langsung saja kita ke ruang opini, yuk!


Blog itu apa sih?

Sahabat PeKat tentu sudah familiar dengan makanan ini. Tetapi mungkin tak semua sudah mengantongi tujuan dari keputusannya untuk membuat blog. Kali ini aku tidak akan membahas tentang definisi ya, Sahabat. Karena definisi itu bisa ditemukan di mana saja. KBBI mungkin, wikipedia juga bisa. Atau artikel di bilik tetangga. Tentu sudah banyak yang membahas tentang definisinya. Sekiranya sekarang, mari saling beropini atau tinggalkan pesan di kolom komentar tentang pengalaman apa yang kalian dapat sejak mengenal blog.

Sebab tak semua telah mengantongi tujuan yang jelas. Maka, tak sedikit pula yang membuat blog ya hanya sekedar membuat. Menulis artikel, dibagikan, kemudian sudah. Tak pusing dengan beraneka printilan yang menyertai perjalanan perbloggeran.

Emang ada apa saja? Banyak. Salah satunya tentang sasaran pembaca. Atau topik artikel yang sedang banyak dicari tetapi minus referensi. Artikelnya masih sedikit gitu. Nah, bisa dibayangkan kalau kemudian blogger hanya sekedar nulis, lalu sudah.

Lalu, apa tujuan ng-blog kalau gitu?

Aku jadi merenung kembali tentang materi perbloggeran beberapa bulan ke belakang. Salah satunya yang terus bergaung di ruang bawah sadar. Yaitu, blog sebagai diary digital.

Ketika blog hanya menjadi wadah tulisan kita yang asal misalnya. Ya, bisa jadi seperti artikel ini. Semua hal tertuang di halamannya. Kemudian dibagikan begitu saja. Biasanya juga tanpa proses editing manual. Lalu, si blog ini akan terus menerus menyimpan berlembar-lembar opini dan artikel yang penulis buat. Just this!

Lalu, apakah yang seperti itu tidak ada manfaatnya? Bisa jadi bermanfaat, bisa jadi juga tidak. Karena dalam membagikan opini ke publik, kita perlu etika. Ada hal-hal yang ada baiknya kita simpan sendiri, ada yang sebaiknya dibagi. Contohnya curhatan kita setiap hari, keluh kesah dalam hidup mungkin, dan lain sebagainya.

Jika, hal-hal tersebut memiliki bungkus berbeda, bisa jadi justru akan bermanfaat bagi pembaca. Dan kalian akan menjadi wasilah penebar kebaikan. Atau mungkin juga dari tulisan itu pembaca menjadi semakin baik, lebih banyak bersyukur lagi akan nikmat yang Allah anugerahkan pada mereka. Serta masih banyak lagi manfaat lainnya.

Lalu, jenis lainnya adalah blog profesional. Apa yang dilakukan oleh blogger profesional ini? Meski dikatakan pemula, tetapi ia sungguh-sungguh dalam membangun detailnya. Menjadikan blog sebagai branding diri, dengan tujuan apapun. Ada yang jualan, ada yang menebar manfaat berdasarkan keilmuan yang dikuasai, atau juga penyedia jasa.

Profesional Pemula

Istilah profesional mungkin tak cocok jika disandingkan dengan pemula. Pada umumnya definisi profesional adalah ahli atau kalau merujuk ke KBBI, pro.fe.si.o.nal berarti:
  • a bersangkutan dengan profesi
  • a memerlukan keahlian khusus untuk menjalankannya
  • a mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya.
Lalu di sini kita akan merujuk pada pengertian nomor dua. Bahwa profesional berarti memerlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Kalau di dunia blogger berarti dia paham detail dan seluk-beluk tentang perbloggeran tentu saja. Tetapi, memang untuk si empunya tulisan, tak mesti seseorang yang juga jago atau ahli dalam dunia blog itu sendiri. Jadi, mereka tetap ahli tetapi bukan dalam urusan teknis perbloggerannya, melainkan ahli pada bidang yang dikuasai. Kemudian menjadikan blogger sebagai media untuk berbagi kemanfaatan yang dia miliki.

Nah, sekarang yang mau kita bahas adalah seseorang yang ng-blog tapi segala sesuatunya diurus sendiri. Kaitannya dengan profesional pemula apa. Yups, mari kita lanjutkan diskusi.

Profesional pemula itu mereka yang niat ng-blognya bukan untuk sekedar nulis. Enggak cuma jadiin blognya sebagai diary digital. Tapi betul-betul membangun brand dari blog. Jadiin blog sebagai portofolio karya, opini, artikel, dll. Nah, yang seperti ini sudah mesti harus memperhatikan hal-hal dasar yang berkaitan dengannya. Siapa? Ya blognya, masa aku. 😴 😆

Ok, cek langsung, yuk!

Ranking

Atau peringkat, kalau para blogger nyebutnya DA. Domain Authority. Aku lebih mudah memahaminya sebagai peringkat. Peringkat apa? Bahkan ngeblog juga butuh peringkat seperti ini. 🤔

Ya, setelah sekian tahun mainan blog. Aku termasuk yang paling cuek. Bisa disebut selama ini aku menjadikan blog sebagai diary digital, meski mungkin isinya bukan yang curhat menye-menye. Tapi, memang sama sekali enggak paham tentang blog itu sendiri. Yang kutahu, ya kita nulis, bagi, sudah. Aku enggak tahu, apakah blogku dikunjungi orang atau tidak. Tulisanku dibaca orang atau tidak. Meskipun sebenarnya aku penasaran, bagaimana sebuah artikel bisa berada di posisi teratas pada mesin pencarian.

Ketika kita mengetik kata kunci di panel pencarian pada mesin telusur, apakah itu Google, Yahoo, atau media apapun. Mesti akan muncul beberapa artikel teratas. Kemudian aku memperhatikan tahun artikel itu dirilis. Beberapa di antaranya bahkan sudah berumur dua atau tiga tahun. Nah, apakah kemudian dalam kurun waktu tersebut tidak ada artikel terbaru? Jawabannya, tentu saja ada. Hanya saja banyak faktor yang mempengaruhi posisinya. Salah satunya perankingan tadi.

Untuk yang satu ini, aku tidak akan membahas tentang teknis bagaimana supaya nomor satu dst. Tetapi, aku hanya mengulas bahwa memperhatikan hal detail seperti ini juga perlu, lho. Bahkan penting untuk nasib tulisan kita. Sebab, ini juga yang membantu progres bertemunya dia dengan jodohnya. Iya, kan? Tulisan tentu saja berjodoh dengan pembacanya.

Untuk tes berapa nilai DA blog, bisa melalui situs-situs ini:
Yang terakhir ini juga aku biasanya menggunakan untuk plagiarism checker.

Nah, aku rasa dengan memperhatikan posisi ini, berarti kita juga akan memperhatikan hal detail yang menyertainya. Banyak referensi yang akan membantu kalian untuk memahami ini lebih jauh. Selain itu juga banyak artikel yang menjelaskan tentang bagaimana caranya meningkatkan DA blog. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan, diperbaiki, bahkan mungkin dimodifikasi. Meski kadang karena default penyedia layanan blog yang tidak bisa dikostumisasi, maka ya, terima nasib. Kalau kata kakak seniorku. 😆😆😆

Misalnya seperti default link halaman dari blogspot itu ada tahun/bulan, sedangkan hal tersebut terdeteksi sebagai URL unfriendly. Ya mau enggak mau, kita harus terima dong. Kalau pun berpengaruh, itu tidak masuk pada sesuatu yang signifikan jika saja bisa dimodifikasi.

Kualitas SEO Blog

Jadi, aku sebenarnya juga masih awam soal perbloggeran, Sahabat. Makanya di sini aku enggak jelasin soal detail buat naikin DAlah, atau SEO yang rumit. Please, pahamin kalau di sini aku cuma sharing pengalaman selama main blog.

Ok, lanjut ya. Perjalanan berikutnya, aku mulai melek per-SEO-an. Setelah dibikin mumet karena mengolah bahan-bahan baku supaya DA bisa naik. Sampai akhirnya aku kolaps dan enggak muncul sama sekali. Karena aku pikir emang belum prioritas juga. Ya itu tadi lho, ngeblogku masih yang untuk nulis aja. Numbuhin motivasi buat aktif nulis. Biar ga mandeg dan tetap lemes otot menulisnya.

Nah, jadi beberapa waktu lalu aku nemu salah satu review kelas gitu kayanya. Penulisnya bahas tentang SEO ini, dan langkah-langkah supaya DA bisa beranjak naik. Oiya, semakin tinggi nilai DA, menunjukkan semakin berkualitaslah blog itu. Kurang lebih yang kupahami seperti itu. Kalau ada yang kurang pas, boleh bantu revisi dengan meninggalkan pesan di kolom komentar ya, Sahabat.

Cek SEO bisa melalui https://www.seoptimer.com/

Hasil dari analisanya bisa kita jadikan acuan untuk memperbaiki bagian-bagian mana yang dianggap menurunkan nilai SEO itu sendiri. Ya, masing-masing orang kan berbeda cara belajarnya. Mungkin dengan otodidak sudah cukup. Tetapi ada juga yang perlu bimbingan mentor. Itu semua tak jadi masalah. Sekarang pun referensi untuk mempelajarinya juga banyak.

Kesimpulan

Mau dijadikan apapun blogmu, sesungguhnya itu adalah pilihan masing-masing. Tak ada keharusan harus seperti ini pun seperti itu. Tetapi ingat, pada setiap harapan selalu ada usaha dan kerja keras yang mengiringi untuk meraihnya. Sama seperti ngeblog ini. Seberapa tinggi harapan kita dengan ngeblog, maka barengi semua itu dengan usaha yang sungguh-sungguh. Sebab, tak ada hasil yang mengkhianati usaha.

Pemula yang ingin menjadi seorang profesional bersama blognya, bukan mustahil. Asal, kerja keras menjadi laku dalam membangun setiap detail dari blog itu sendiri. Tetapi, jangan hanya berhenti di situ. Meningkatkan kapasitas dan kualitas leher ke atas juga sangat penting. Supaya kemanfaatan yang kita bagikan melalui rumah virtual ini, menjadi betul-betul berisi.

Satu lagi, ini ada alamat rumah virtual yang bisa kita jadikan referensi untuk belajar tentang blog.


Selamat berkarya dan membahana dalam kemanfaatan!

Ar, 3152020

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter