Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Jumat, 31 Januari 2020

Tentang Siapa Aku Berada

Menyambangi rumah virtual menjadi sebuah rutinitas yang tidak lagi kulakukan beberapa hari ini. Terakhir setelah aku selesai membaca sebuah buku yang merupakan salah satu challenge-ku di tahun 2020. Berbicara tentang challenge, ternyata ada banyak sekali tantangan yang sengaja kuhadirkan sampai yang tidak kuharapkan sama sekali.

Namun, terlepas dari tantangan itu. Kali ini aku hendak bicara tentang siapa aku di sini. Sebuah rumah yang identitasnya pun haruslah jelas. Supaya pengunjung tak salah alamat. Selain itu pemberian identitas ini bermaksud juga untuk menjadikan sesuatu itu unik. Biasanya identitas digunakan untuk mengenali sebuah atau sesuatu yang bisa saja disebut aku, kamu, pun dia. Maka, perkenankan sekali lagi aku memberi label yang tak membatasi, tetapi justru bisa memberi kemanfaatan yang jauh lebih luas, insyaallah. Harapannya seperti itu.

Jadi, pada awal pendirian rumah virtual ini. Aku membangun dengan konsep literasi. Entah kecintaan atau memang minat besarku ya di dunia buku. Maka, aku ingin mendedikasikan sebagian waktu untuk hal-hal yang berkenaan dengan literasi. Meski sadar bahwa literasi itu sebetulnya masih sangat luas. Tapi, ketika kemudian akan menjalankan segala aktivitas di dalamnya, terasa ada batas tak kasat mata yang mengekang. Sehingga ketemulah titik bingung atau yang biasanya temen-temen penulis itu nyebut sebagai blocking atau writer's block.

Nah, setelah ketemu buntu. Akhirnya aku sedikit longgar dan menganggap bahwa yang penting aktif dulu mengisi. Soal tema bisa dipikirkan nanti. Ternyata eh ternyata, tanpa sadar apa yang kutulis muter-muter seputar itu saja. Menulis, membaca, buku, edit, dan hal-hal yang berkaitan dengan literasi membaca. Kalau pun ada beberapa post yang tidak nyambung, bisa jadi itu tantangan atau ya aku pengennya ngbahas itu. Pokoknya serba enggak jelas gitu. Dan aku sendiri mulai berpikir, ko yang kutulis itu ya cuma itu-itu saja, begitu-begitu saja, enggak ada perkembangan, enggak apa ya? Ada yang kuranglah pokoknya.

Sampai suatu ketika, di kelas nonfiksi yang sengaja kupilih karena memang ingin mengasah kapak yang tajam, meninggikan gunung bukan meratakan lembah. Ada satu materi tentang perblogingan. Biasanya kalau ada kelas aku cenderung pasif. Antara bingung mau nanya apa dan belum baca materi secara keseluruhan. Jadi, kaya yang pelan banget gitu belajarnya. Banyak faktorlah kalau ini ya. Di situ, sama narsum diminta share link blog. Gunanya untuk dikunjungi dan dicek oleh narsum. Tentu saja bukan hanya itu ya sahabat. Dari kunjungan tersebut, akan ada semacam kritik dan saran dari sebuah blog. Nah, kata PJ BSO tahun ini, itu semacam dalil yang menyebutkan tentang siapa sih blog ini. Atau apa sih alamat yang cocok untuk rumah virtualku ini.

Jadi, pada saat itu Beliau mengatakan bahwa blogku cenderung bicara tentang literasi.
Kak Arhana saya sudah tengok blognya. Dari yang saya lihat, benang merah semua postingan di blog Kakak adalah tentang literasi. Itu bisa bnget dijadikan niche dan dikulik lebih dala pd setiap postingan 😊
Cuplikan jawaban dari narasumber saat itu. Dan benar, aku bangun rumah ini maunya masih suka-suka. Masih yang blog itu seperti diary digital. Meskipun aku masih selektif untuk membagikan apa, sekalipun aku menganggapnya sebagai diary, bukan lantas everything dibagikan pada khalayak ramai. Tentu saja tidak. Nah, tapi ternyata sistem kerja di kepalaku sudah membuat filter otomatis. Bahwa yang akan aku tulis di sini adalah tentang literasi. Seperti kata Mbak Rindang, narasumber.

Hanya saja, sesuatu yang tadi kupikir kurang dan hanya itu-itu saja adalah pembahasanku yang masih sangat dangkal. Ibarat makan, mungkin aku hanya mencicipi saja. Ambil permukaannya saja, enggak sampai menyelam ke dasar. Atau mungkin setengahnya saja, itu pun sepertinya juga tidak. Tapi, berangkat dari situ, aku jadi semakin yakin bahwa it's me. Rumah virtualku adalah dunia literasi, khususnya menulis dan membaca.

Dan terimakasih kepada PJ BSO yang sudah memberi kesempatan untuk menyelesaikan tantangan ini.

Kdr, 31.1.2020
-arhana-

9 komentar:

  1. Ehm, semacam kumpulan materi-materi kelas literasi begitukah PeKat?

    Oh ya, salam kenal dari emakguru ya. Btw, kita tetanggaan lho ternyata. Nganjuk - Kediri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaa... Hehehe, ternyata ya Mak. Yuk Mak meet up. Hihihi, kalau ke Nganjuk, paling banter sih ke Kts Mak.

      Bukan Mak, bukan kumpulan materi dari kelas literasi sih. Tapi, PeKat suka aja bahas tentang menulis, teknik menulis, membaca yang enak tuh gimana, dan pernak-pernik editing gitu Mak. Ya walaupun belum banyak ngerti juga sih. Tapi, insyaallah dengan sedikit berbagi juga belajar lagi. Iya kan Emakguru...

      Hapus
  2. Waah.. bagus nih..
    boleh request..?
    gimana cara menulis agar rangkaian katanya santai terutama kalimatnya.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihi... Apakah itu artinya tulisan ini begitu Temansenja?

      Semoga post yang akan datang bisa menjawab tantangan ini ya Kak ... Terima kasih sudah memberi challenge. 🤩🤩🤩

      Hapus
  3. Wah mantap kaks

    BalasHapus
  4. luar biasa kak, semangat terus semoga selalu konsisten :)

    BalasHapus
  5. Siip, semoga istiqomah kak

    BalasHapus