Mekanisme Antologi dalam Menulis Buku

Hari ini, begitu banyak cara untuk bisa memiliki sebuah karya. Katakan sebuah buku, maka ada banyak cara untuk membuat sebuah buku. Dari beragam cara itu salah satunya adalah antologi. Mungkin, dalam artikel kali ini akan banyak sekali kisah pengantar. Sebagai media yang membantu Sahabat untuk memahami apa itu antologi.

Jadi, awal mula saya memiliki buku juga dengan cara seperti ini. Bersama puluhan penulis lain, kami mengumpulkan naskah yang memiliki tema sama. Karena hendak dikumpulkan atau biasanya kami menyebut proses itu dengan kompilasi. Maka, tentu saja naskah yang dibuat harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya adalah kesamaan tema.

Pada saat itu, yang kami kumpulkan adalah naskah kisah inspiratif. Baik berupa kisah pribadi maupun kisah orang lain yang kita ambil pelajarannya. Maka, setelah semua naskah itu terkumpul dan disusun secara teratur serta melalui proses edit oleh editor. Selanjutnya akan masuk meja kerja layoter. Sampai sini proses pembuatan buku tengah berlangsung dan hampir mencapai garis finish sebelum kemudian dicetak.

Jadi, mekanisme antologi kalau menurut saya pribadi adalah proses pengumpulan karya. Bisa berupa cerpen yang biasanya disebut dengan antologi cerpen atau kumpulan cerpen. Ada juga puisi, artikel dan macam-macam karya lainnya.


Iya, jadi kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seseorang atau beberapa orang pengarang. Nah, kalau berdasarkan definisi ini, tentu saja yang saya lakukan itu adalah menulis bersama dengan beberapa orang penulis lainnya. Lantas, apakah bisa jika saya seorang diri kemudian ingin membuat sebuah antologi karya? Jawabannya, tentu saja bisa. Mengapa tidak?

Sahabat silakan baca ulasan buku Super Writer yang sudah saya highlight di atas ya. Di situ sedikit saya beri gambaran tentang beberapa teknik yang dapat dilakukan seseorang untuk menulis buku. Salah satunya adalah kompilasi karya pilihan mereka untuk dijadikan satu buku yang tentu saja juga kaya manfaat. Lebih-lebih sahabat bisa membaca buku tersebut ya. Jadi, di masing-masing teknik, Kak Rifa'i sebagai penulis memberi penjelasan teknis sekaligus contoh praktek yang pernah Beliau lakukan.

Untuk teknik antologi ini, Beliau melakukannya seorang diri. Dengan cara mengumpulkan beberapa artikel yang pernah Beliau tulis dan dibagikan melalui blog pribadi. Kemudian setelah terkumpul, beberapa judul setema atau terkait akan dijadikan satu. Pada proses ini sebetulnya penulis sedang membangun konstruksi sebuah buku. Mau dijadikan berapa bab, membahas apa saja, masing-masing bab terdiri dari berapa judul, dan seterusnya. Hingga jadilah sebuah buku yang siap dicetak dan diterbitkan.

Sekian ulasan mengenai mekanisme antologi dari penenun kata. Semoga yang sederhana ini bisa memberi manfaat dan membantu sahabat yang membutuhkan.

Kdr, 31.1.2020
-arhana-

Related Posts

3 komentar

  1. Makasih mbk Arhana,, telah berbagi ilmu
    Walaupun sudah pernah ikut Antologi detailnya baru tahu sekarang.

    BalasHapus
  2. Makasih mbk Arhana,, telah berbagi ilmu
    Walaupun sudah pernah ikut Antologi detailnya baru tahu sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak... Terima kasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter