SDM UNGGUL, INDONESIA PRODUKTIF

Sumber : https://marlupi.gurusiana.id/article/2019/8/sdm-unggul-indonesia-maju-5350191

Dalam rangka menyelesaikan tantangan ODOP dari kelas non-fiksi tentang blog competition, maka pada kesempatan tersebut saya memutuskan untuk mengikuti kompetisi blog yang diadakan oleh Kadin Indonesia. Dari sekian banyak tema kompetisi, justru penawaran dari Kadin mengetuk pintu logika saya. Katakan ini sebuah opini atau pun harapan. Semoga suara saya dapat terangkum dalam kumpulan suara serupa yang turut meramaikan agenda Kadin.
Berbicara tentang SDM Unggul, saya justru berpikir tentang kondisi anak bangsa dewasa ini. Terlebih mereka yang masih berada di lingkup usia sekolah dasar. Maraknya anak-anak yang dengan gamblang menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang adab atau tata aturan sopan santun kepada sesama terlebih orang tua, membuat hati kami para guru miris menangis. Akan tetapi dimungkinkan hal ini hanya terjadi di sebagian kecil wilayah saja. Sehingga tidak memengaruhi temuan lain yang dapat menyokong program SDM Unggul yang diharapkan mampu menguasai IPTEK.
Namun, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih tepat jika didukung dengan kemampuan lain yang menyertainya. Atau bahkan menjadi satu prasyarat utama sebelum seseorang memahami lebih jauh terkait bidang yang ditekuninya. Hal ini erat kaitannya dengan sebuah paparan pemikiran yang kemudian bermanifestasi terhadap sikap dan perilaku seseorang. Maka, bukan lah harus didahului atau berjalan sendiri-sendiri, akan tetapi kedua kompetensi ini harus berjalan beriringan. Yaitu ilmu pengetahuan, teknologi serta kemampuan menguasai diri atau kehalusan budi pekerti.
Saya pikir, semua sepaham dengan ini. Bahwa memang IPTEK tidak akan bisa berdiri sendiri dan bekerja di luar kendali diri. Hanya saja, apakah kesadaran ini telah muncul di semua kalangan atau mungkin hanya ada pada kalangan tertentu. Oleh karenanya, kerja sama antara tiga pilar itu harus menemui satu titik yang sama. Sehingga satu sama lain tidak saling bertentangan, justru saling menguatkan. Jika, ketiga komponen ini dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan tupoksi masing-masing, bukan tidak mungkin SDM Unggul yang berbudi pekerti luhur mampu membawa Indonesia siap menghadapi persaingan di dunia internasional.
Adanya kesadaran bahwa kita tidak akan berhasil dengan hanya bekerja sendiri-sendiri, maka sudah semestinya seluruh aspek dan lapisan masyarakat mendukung program pemerintah dengan cara dan kemampuan yang dimilikinya. Tentu saja semua harus dimulai dari diri sendiri. Sehingga, untuk menciptakan SDM Unggul bukan lagi hanya menjadi tugas dan kewajiban pemerintah, tetapi juga menyasar pada individu itu sendiri. Jika, semua elemen menyadari hal ini, kemudian tanpa paksaan melaksanakan kewajiban sesuai dengan yang semestinya, maka tidak menutup kemungkinan pembangunan Indonesia akan tercapai hingga seluruh pelosok negeri.
Namun demikian, kita tidak bisa meninggalkan begitu saja nilai Bhineka Tunggal Ika. Justru dengan keragaman inilah, Indonesia menjadi kaya. SDM Unggul akan tercipta dari seluruh tingkatan masyarakat. Bukan hanya itu, proses pembentukan SDM Unggul yang dibarengi dengan kesadaran persatuan, akan menjadikan kokoh bangsa itu sendiri dari sisi masyarakatnya. Dan, jika setiap individu menyadari perannya dalam rangka menyongsong Indonesia produktif, maka bukan tidak mungkin justru semua akan turut serta bergotong royong untuk mengawasi pertumbuhan anak didik. Sehingga, kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak perlu bias dan tercampur dengan komponen yang tidak semestinya.
Jika kondisi tersebut tercapai, maka sekolah tidak hanya akan mencetak generasi yang haus gelar. Tetapi memang memahami bahwa pentingnya mengenyam pendidikan dan belajar bersama seorang guru. Hal ini supaya ilmu yang mereka terima bisa utuh dan paripurna. Sebab anak-anak tidak hanya akan mendapat transfer ilmu, melainkan juga belajar tentang tata krama. Maka, alangkah elok jika SDM Unggul ini mampu mengharumkan nama bangsa sekaligus bersaing secara sehat di dunia insternasional.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter