Resolusi Menulis Arhana

Alhamdulillah, tidak terasa kita sudah di penghujung 2019. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, akan ada evaluasi tahunan. Yang kadang ini aku lakukan saat menjelang memasuki tahun kehidupan. Setiap detik dan menit yang kita lewati, sejatinya adalah masa pengurangan kontrak kita di dunia. Maka, ketika waktu yang tadinya hanya satu detik terlewati dan berganti menjadi sebuah bilangan tahun, sudah semestinya juga menjadi titik balik evaluasi pencapaian diri.

Pencapaian ini bukan hanya berkaitan dengan prestasi apa yang sudah kita cetak di setiap timeline kehidupan. Melainkan, lebih pada berapa banyak bekal kita untuk perjalanan pulang. Pulang ke mana? Tentu saja kampung akhirat yang kekal. Wallahu a'lam.

Dan kali ini, aku akan mencoba mengurai di sini. Tentang evaluasi diri yang terkemas dalam poin resolusi dan kaleidoskop. Sebetulnya asing bagiku kedua istilah tersebut. Tetapi seorang teman memberikan hadiah kosakata ini untuk kita jadikan pembahasan pada post pekan depan. Sedangkan sekarang aku akan fokus pada evaluasi pencapaian dan cita-cita di dunia literasi.

Sebelum melangkah membahas tentang poin-poin tersebut, perkenankan aku untuk mengajak kalian menyamakan persepsi. Tentang apa itu resolusi dan kaleidoskop. Supaya tak buta makna sepertiku, dan bisa jadi itu hanya aku ya Sahabat. Yuk... Simak.

Resolusi

Resolusi menurut KBBI adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.
Kalau merujuk dari makna mentah di KBBI, resolusi itu bermakna tuntutan. Maka, resolusi menulis tahunan adalah tuntutan kita kepada diri sendiri untuk mencapai sebuah tujuan dalam bidang menulis setiap tahunnya. Dalam hal ini, target kepenulisanku di tahun 2020 itu apa. Biasanya resolusi dibuat sudah berdasar pada taksiran kemampuan. Sehingga, bisa jadi target-target tersebut bukan sebuah beban. Sehingga, dalam mencapainya tentu sudah ada semacam map timeline, atau kalau di Ibu Profesional kita biasa sebut dengan milestone. Akan tetapi perkara tercapai atau tidak itu menjadi persoalan lain. Dan masing-masing orang tentu saja beragam.

Setelah kita sepakat bahwa resolusi di sini adalah target capaian kita di tahun yang akan datang. Maka saatnya kita memahami bersama tentang kaleidoskop yang akan kita bahas di sini.

Kaleidoskop

Menurut KBBI, kaleidoskop adalah aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat.
Ada yang mau beri kesimpulan pada pengertian di atas? Kalau aku, kesimpulannya adalah kaleidoskop itu ya seperti yang sudah kusampaikan tadi. Apa yang sudah kita capai selama tahun sebelumnya. Sehingga kaleidoskop tahun 2019-ku di bidang literasi, apa saja ya? Itu yang akan aku bagikan di sini. Semoga bisa jadi pengingat, terutama untuk diriku sendiri. Dan juga untuk kalian tentunya.

Pencapaian dan Harapan

Tiba saatnya mencoret, centang dan kemudian revisi. Seperti saat kita sedang menyelesaikan proyek naskah-naskah kita. Tidak akan selesai hanya pada tulisan pertama. Ia harus masuk dapur editor sebelum dibagikan kepada pembaca. Baik itu editor oleh diri sendiri, pun editor dari penerbit.

So, langsung saja ya Sahabat. Untuk tahun 2020, aku berharap bisa lebih produktif lagi. Alhamdulillah, tahun 2019 telah terlewati dengan beberapa karya meski masih dalam bentuk antologi. Beberapa teman sudah bertanya, mana karya solonya. Dan ini cukup memberi tambahan energi untuk lekas menuntaskan proyek solo.

Tahun 2019, bukan hanya tahun menulis. Tapi, jejakku di dunia pereditoran juga mulai bergerak. Bergeser dari angka nol menuju kilometer pertama. Dari yang awalnya psimis, tentang siapa yang akan membersamaiku belajar di dunia editor. Sampai kemudian, dipercaya untuk menangani beberapa naskah. Meski pada akhirnya, manajemen waktuku harus betul-betul dibenahi. Sebab aku juga masih terikat kontrak kerja dengan sebuah lembaga. Jadi, istilahnya editor itu enggak ngantor offline.

Bersama tim, aku bergerak menelurkan beberapa buah karya. Diantaranya ada Aku, Sebuah Janji dan Buku (Pejuang Literasi, 2019); Rahasia Seorang Guru (Nulisyuk, 2019); Lamat-lamat Taat (Raditeens, 2019); Berkah Cinta Ramadan (TMH Publishing, 2019); Bincang Buah Hati Hingga Tips Investasi (Pejuang Literasi, 2019); Saat Luka Jadi Cahaya (Pejuang Literasi, 2019); Meredam Lebam (Raditeens, 2019); Aku Memang Tak Sama (Raditeens, 2019); Kala Langit Berair Mata (Raditeens, 2019); Opera Sudut Tawa (Raditeens, 2019). Kesemuanya itu, tentu saja bukan hanya sekedar. Salah satu ikhtiar menelurkan karya adalah dengan menulisnya bersama-sama penulis lain. Masih ingat dengan Super Writer, kan? Kalau lupa, tinggal klik aja dan baca reviewanku ya.

Itu tadi, capaian dalam hal literasi menulis. Aku belum punya record untuk capaian literasi membaca. Tapi sependek yang kuingat, tahun ini lebih banyak buku yang kutuntaskan untuk dibaca. Terutama hal ini terbantu ketika aku mengikuti challenge dari ODOP yang bertajuk Reading Challenge ODOP, disingkat RCO. Yaitu salah satu agenda ODOP dalam menumbuhkan minat baca serta meningkatkan daya baca bagi para anggotanya.

Eum, jadi 2020 aku mau ngapain? 🤔

Bismillah,
  • Setiap bulan menangani 1 - 3 naskah untuk diedit/diproofread, jadi setahun ada 12 - 36 naskah.
  • Aktif berbagi di kanal www.penenunkata.com
  • Target baca 2020 : 12 buku fiksi, 12 buku non-fiksi.
  • Aktif membuat review buku yang selesai dibaca. Dalam rangka membangun Teras Kata online
  • Daaannn, semoga buku solo ikut lahir ... 😍😍😍

Yups, ini resolusiku. Lalu, apa resolusimu Sahabat? Sharing yuk ... Dan saling menyemangati satu sama lain. Bismillahi tawakkaltu 'alallah

Sampai jumpa lagi ... 

Kdr, 15122019

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter