Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Senin, 02 Desember 2019

ODOP: Menempa Diri Bersama Komunitas

Pernah tidak merasa butuh support saat melakukan aktivitas? Katakan sebuah komunitas atau kelompok untuk bisa mendukung langkah menjaga istiqomah. Jadi, kamu enggak bisa do something alone. Mesti ada support system yang menguatkan, gitu. Meskipun tidak semua orang support system-nya adalah kelompok.

Seperti halnya keahlian yang lain, maka menulis juga butuh dukungan yang sama. Kita bisa itu karena terbiasa. Dan untuk menjadi terbiasa, orang perlu memaksa. Perlu dipahami bahwa memaksa tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Tapi untuk sesuatu yang dianggap perlu dimiliki, tentu saja perlu usaha untuk membayarnya. Memaksa diri menjadi expert sama halnya mengasah kapak di sisi tajamnya.


MENGENAL ODOP

Aku termasuk orang yang membutuhkan support system semacam kelompok seperti ini. Meski memang dalam beberapa hal kau lebih nyaman mengerjakan sesuatu secara individu. Jadi, yang kubutuhkan itu seperti aturan. Orang dengan tingkat kedisiplinan kurang, akan memiliki tantangan sendiri. Seperti misalnya untuk membuat tulisan sehari sekali. Kalau mereka tidak punya komitmen kuat, mungkin hal ini hanya akan berjalan selama satu pekan.

Dulu aku rutin merangkai setiap kalimat dengan media tulis. Satu buku, bisa sampai satu atau dua bulan. Tergantung banyaknya tulisan di setiap harinya. Bukan hanya satu, seringkali lebih dari itu. Karena nulisnya by insiden atau seperlunya aku mau menuangkan imajinasi.

Nah, baru-baru ini aku mulai berani menantang diri lagi, untuk masuk sebuah komunitas dengan melewati beberapa tahap seleksi. Di antaranya kemarin ada tahap menulis sehari sekali selama tujuh hari seleksi. Panjang naskah masih seputar 250 kata. Dan aku bisa berekspresi sesuai passionku.

Alhamdulillah, di tahap awal ini aku dinyatakan lolos. Meski pada perjalanannya sempat jatuh bangun tak terelakkan. Tulisan-tulisan bolong, dan harus ditambal sampai deadline yang sudah ditentukan. Jumlah artikel yang di-post juga ditentukan. Maka, support seperti ini sangat membantuku untuk tetap bisa menghasilkan minimal satu post sehari. Dan tentu saja, pembiasaan ini kemudian seringkali memunculkan insight baru bagiku.

Selain menulis bebas, setiap pekan tentu ada satu tantangan yang harus diselesaikan. Sebagai moda untuk lulus dan lanjut ke pekan berikutnya. Bukan hanya itu tentu saja. Di sana juga ada banyak sekali materi yang sudah tersusun rapi dalam sebuah struktur semacam kurikulum belajar. Meski sederhana itu, tapi buatku sangat membantu untuk memperbanyak pengetahuan dan tentu saja pengalaman.

Yang dulunya susah nulis dongeng, bisa jadi di salah satunya aku harus bisa menghasilkan karya kreatif tersebut. Meskipun berupa naskah yabg diimprovisasi. Sekalipun bukan murni, tapi tantangan improvisasi ini membuat sensasi tersendiri.

Dan setelah lolos tahap awal, seperti hari ini. Aku sedang mengikuti kelas non-fiksi. Semoga bisa lolos juga di tahap ini. Aamiin.

Sebetulnya, lolos dan menjadi bagian bukan lah satu-satunya tujuan atau mungkin sebuah tujuan utama. Tetapi, menjadi semakin rajin dan terbiasa menulis lah tujuan jangka panjang dari kegiatan ini. Maka, apa yang terjadi jika sudah lolos?

Selain itu, tantangan setiap hari dan setiap pekan akan memberi manfaat tambahan bagi kita untuk stay commit, one day one post.

Happy writing!

Kdr, 2 Desember 2019

4 komentar:

  1. Aku juga butuh semangat.. Jjr apalagi dalam menulis.. Aku mulai lelah😥😥

    BalasHapus
  2. Happy writing ❤️

    BalasHapus