Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Minggu, 15 Desember 2019

New Learn Area

Dear Sahabat PeKat ...
Apa yang kalian pikirkan pertama kali saat membaca judul artikel ini? Area belajar baru, seperti itu kah? Atau ada yang lain? Mari clear and clarify bersama ya ... Intinya, malam ini aku mau mendongeng. Tentang apa pun yang baru-baru ini kudapat. Semoga dengan cara seperti ini, kita bisa sama-sama belajar ya. Entah pelajaran apa yang bisa kalian dapat dan hikmah apa yang juga kupelajari. Maka, mari kita simak dongengku berikut ...

Dua malam lalu aku mendengar dongeng serupa dari teman pengurus organisasi. Eum, dari yang Beliau sampaikan itu, aku menangkap bahwa zona nyaman itu tidak selamanya hadir dari situasi dan kondisi atau tempat yang memang sudah kita sukai. Tetapi, bisa juga kita ciptakan dari momentum yang bahkan tidak kita sukai. Jadi, ada semacam penyesuaian, dari tidak suka menjadi suka. Bisa juga ini disebut dengan proses adaptasi.

Menurut KBBI, adaptasi adalah penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan, dan pelajaran. Sedangkan beradaptasi adalah menyesuaikan diri. Maka, ketika individu berada di lokasi baru, hal pertama yang dia lakukan tentu menyesuaikan diri. Supaya apa yang kelak ia berikan sebagai bentuk kontribusi atau pun dedikasi, bisa sejalan dengan lingkungannya. Atau jika diperlukan adanya perubahan, maka ia akan lebih mudah menentukan intervensi atau langkah perubahan apa yang seharusnya.

Nah, kemudian bagaimana dengan New Learn Area itu? Hal apa yang bisa seseorang lakukan dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan baru?

Menurutku, mereka bisa mempelajari kultur daripada lingkungan. Kebiasaan apa yang melekat pada lingkungan itu, sampai pada karakter masing-masing individu dalam sebuah wilayah. Hanya saja, lingkup terkecil untuk kita bisa masuk ke dalam sebuah lingkungan tentu saja berusaha melebur ke dalamnya. Sekalipun perbedaan menjadi sebuah momok tersendiri ketika masa adaptasi. Tapi, dengan memahami situasi tersebut, seseorang akan lebih mudah menentukan sikap apa yang semestinya ia tunjukkan, tanpa merubah dirinya sendiri.

Nah, tahun 2019 ini ada salah satu area yang bukan aku banget. Tapi, harus tetap kudiami dan jalani tentu saja. Karena sampur itu sudah dijatuhkan padaku, maka nyaman atau tidak, aku tetap harus berusaha membuatnya nyaman. Iya, new learn area itu bernama leader komunitas. Yang namanya komunitas, tahun 2017 aku baru mengenal satu saja. Sebenarnya sejak SMP aku sudah mengenal organisasi, tapi untuk komunitas dan terlibat aktif di dalamnya, adalah hal baru. Dan, benar sekali. Selama proses adaptasi di lingkungan yang bukan termasuk zona nyaman kita, tentu butuh yang namanya support system. Maka, support system itu harus dicari dan ditemukan. Sebab, ini adalah kunci pendukung utama. Tanpa support system  yang ok, bisa jadi proses adaptasi hanya tinggal kenangan.

Support system itu bisa diperoleh dari mana? Tentu saja bisa dari lingkungan terdekat kita. Apakah itu keluarga, teman satu tim, atau seseorang yang biasa berbagi dengan kita, mungkin sahabat atau teman diskusi. Dengan adanya support system tersebut, aku akhirnya dapat melewati masa kritis selama mengemban amanah komunitas.

Sepenggal dongeng ini, semoga dapat diambil manfaatnya.

Kediri, 15/12/2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar