Membentuk Karakter Lewat Cerita

Dewasa ini kita tahu bahwa pemerintah sedang gencar menggalakkan literasi di dunia pendidikan. Tak tanggung, mereka mewajibkan satu agenda rutin di setiap lembaga pendidikan. Di mana aktivitas ini dilaksanakan setiap pagi sebelum pelajaran di mulai.

Kegiatan bertajuk literasi ini kemudian dikemas dengan cara membaca buku bersama-sama. Kalau tingkat SD, guru membacakan salah satu kisah di dalam buku. Dan untuk tingkat SMP, siswa diminta membaca mandiri kemudian membuat rangkuman dari bacaannya.

Dan baru-baru ini aku tahu, bahwa salah satu tujuan kegiatan selain meningkatkan minat baca pada anak, adalah untuk membangun karakter anak melalui media bacaan. Maka, pendidik dan orang tua perlu memerhatikan bahan bacaan yang akan dikonsumsi anak-anak setiap harinya. Karena tentu saja, kita mengharapkan dampak positif dari kegiatan literasi ini. Oleh karena itu untuk mendapat asupan nutrisi otak yang baik, media baca pun perlu diperhatikan.

Ayahku (Bukan) Pembohong

Novel karya Tere Liye yang memiliki tebal 299 halaman ini bercerita tentang seorang anak bernama Dam. Dibesarkan oleh seorang Ayah dan Ibu dengan kehidupan yang sangat sederhana. Dam kecil selalu dihujani beragam cerita oleh sang Ayah. Lebih tepatnya kisah. Setiap mendapati Dam dalam situasi tidak menyenangkan, ayahnya selalu menghujani dengan beragam kisah yang alhamdulillah selalu berhasil membuatnya kembali tegak berdiri.

Tokoh utama dari novel ini tentu saja seorang anak. Konsep penceritaan yang awalnya membuatku bingung apakah harus melanjutkan cerita atau tidak. Alur maju mundur yang kadang cocok denganku, membuat otak analisisku bekerja jauh lebih lambat lagi. Aku selalu penasaran dengan bagaimana akhir dari cerita ini. Akan tetapi, khusus novel ini, prediksiku benar. Ide ceritanya sesuai dengan hasilku berproses. Meski di awal rasanya menemukan bacaan yang salah dan berat, tapi ternyata aku menikmati setiap bab yang tersaji. Ada banyak kejutan yang Tere Liye sajikan di sini.

Bahwa karakter tokoh utama dibentuk dalam cover kehidupan sederhana yang membahagiakan. Setiap kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu ditangisi pun disesali. Justru kegagalan itu yang semestinya menjadi cambuk bagi hadirnya kesuksesan. Dan tidak ada keberhasilan yang diraih hanya dengan berpangku tangan, apalagi diliputi usaha menjatuhkan lawan.

Dam, berproses pada setiap persoalan-persoalan yang dihadapinya. Memahami setiap mili peristiwa yang menghampirinya, bahkan menyelesaikan persoalan dengan kawan dengan cara elegan dan jauh lebih dewasa.

Kadang kita sulit mentolerir tentang bagaimana seorang anak memiliki pikiran yang jauh lebih dewasa dari usianya. dan sejenak kita lupa, bahwa memang ada pembentukan karakter yang mematangkan ia. Sehingga, karakter seperti Dam bukan lagi hal yang aneh untuk diterima akal.

Bukan hanya tentang kisah apa yang disampaikan, melainkan lebih kepada pesan apa yang ingin disampaikan. Ayah Dam terlihat sekali tidak ingin membuka kebenaran kisah-kisahnya, kendati memang kisah yang diceritakan itu adalah nyata. Di sini aku sungguh tidak sabar, menanti kejutan apa yang Tere Liye kemas dalam bungkus permennya. Aku gusar mengingat bahwa, ada maksud tersembunyi dari sikap ayah Dam ketika Dam mulai bertanya tentang bagaimana bisa menghubungi sang kapten.

Ya, bukan soal seberapa banyak kisah itu didengar, juga bukan seberapa banyak kita mendengar nasihat. Tetapi hikmah apa yang dapat kita petik dari sebuah kisah. Sehingga kita belajar daripadanya. Dam tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berhati lapang. Meski mungkin sepanjang sisa usia remaja hingga dewasa mulanya, ia membenci sang ayah sebab merasa dibohongi. Merasa bahwa tidak layak memberikan kisah-kisah khayalan sementara tokoh utama cerita masih ada. Ada banyak hal yang terangkum dan terkandung dalam satu bab sederhana buku ini.

Dan suatu saat kelak, Dam mengetahui bahwa Ayahnya bukan pembohong. Selamat membaca dan mereduksi segala kekacauan hati. Seringkali kita tidak mengerti mengapa kisah hidup kita sendiri berliku seperti tiada arti, tapi percayalah, bahwa selalu ada pelangi seusai badai berduri.

Identitas Buku

Judul : Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis : Tere Liye
Tebal : 304 hlm, 20 cm
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Cetakan ke- : 8
ISBN : 978 - 979 - 22 - 6905 - 5

Cover Buku




Kdr, 5 Desember 2019

Related Posts

3 komentar

  1. Nice though mbaaa❤️

    BalasHapus
  2. " ...bukan soal seberapa banyak kisah itu didengar, juga bukan seberapa banyak kita mendengar nasihat. Tetapi hikmah apa yang dapat kita petik dari sebuah kisah." Noted Mba Nana, terima kasih atas tulisannya~

    BalasHapus
  3. Aq blm petnah baca satupun bukunya tere liye, kapan2 tak bacanya..terimakasin ulasannya 🌹

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter