Jangan Menulis!

Beragam tujuan seseorang memindai bahasa lisan menjadi bahasa tulis. Dan seringkali didapati bahwa ia dilahirkan apa adanya saat akan dibagikan kepada mata pembaca. Meski seringnya aku juga tidak merasa perlu melakukan edit di saat-saat mendesak. Tetapi, menjaga tulisan tetap sesuai dengan tempatnya adalah sebuah keharusan.

Bahasa lisan dengan bahasa tulis tentu memiliki perbedaan karakter. Di mana ketika bahasa lisan itu memiliki nada dan ritme saat diucapkan, maka bahasa tulis memiliki tanda baca. Kedua hal ini rasa-rasanya adalah sebuah keniscayaan. Bahwa mereka tak dapat dengan begitu saja dipindai kemudian dibagikan.

Bukti nyata dari hasil pindai bahasa lisan ke tulis adalah saat sedang mengobrol melalui media. Baik itu aplikasi chatting seperti yang dewasa ini menjamur, atau pun pada aplikasi SMS. Orang bisa menjadi sangat sensitif dan salah paham ketika membaca pesan. Dikarenakan tidak adanya tutur atau nada dan ritme. Jelas saja, mereka memang hanya membaca. Lain daripada itu, meskipun penerima membacanya dengan nyaring, tetap saja akan memunculkan suara yang berbeda.

Sebab, tidak semua tulisan bisa didengar. Kecuali mereka yang memang terbiasa bicara baik melalui media atau secara langsung. Maka chat yang sederhana pun bisa didengar sesuai dengan karakter suara pengirimnya. Sekali pun hal ini termasuk kasuistik, tetap saja memerhatikan kaidah dan meletakkan sesuatu pada tempatnya sudah mesti menjadi sebuah keharusan.

Nah, bagaimana jika kebiasaan itu terbawa ketika sedang menyelesaikan naskah? 

Tentu saja akan menjadi tulisan yang luar biasa. Sebab ia mampu didengar pembacanya. Maka, seseorang mengatakan bahwa penulis yang berhasil adalah ia yang tulisannya dapat didengar. Maka, jangan menulis kalau hanya asal dan tak tahan editing. Sebab, tulisan kita adalah tanggung jawab kita.

Mari menulis, dan mari tingkatkan kualitas tulisan kita. Baik secara isi mau pun kaidah penulisannya. Sekalipun tak jadi sempurna, sebab kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Selamat berlibur dan belajar.

Salam dari Monumen SLG
31/12/2019

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter