Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Minggu, 03 November 2019

PENULIS RASA: Vibrasi

Melakukan hal yang disukai itu belum tentu mulus, lurus dan bebas hambatan. Justru jika hendak naik tingkat, tantangan-tantangan itu hadir mengisi peralihan. Apapun bentuknya, ia akan mengantarkan kita pada puncak yang dinanti. Dengan syarat, kau harus kuat menghadapi dan lugas menjalani.

Naskah berikutnya masih tentang perjalanan hidup anak manusia. Yang dirangkum indah dalam deretan bait dan tenunan kata-kata. Meski sebetulnya mereka sedang menggambarkan luka menurut versi masing-masing. Kemudian apa yang terjadi pada keindahan perjalanan ketika goncangan tiba-tiba hadir di antara jalur yang ditempuh.

Penulis itu bebas, mungkin hanya akan merasa terenyuh dalam satu sisi dan lempeng di sisi lain. Termasuk jika itu tentang asa dan masa lalu. Luka selalu membawa dampak dalam kehidupan kita. Hari itu aku ditugaskan untuk menangani naskah sentimental ini, dan tentu saja rasanya luar biasa. Bukan hanya naskah yang harus kuperbaiki, tetapi juga harus menjaga kondisi tetap fit hingga naskah tuntas.

Naskah terlama yang kutangani sepanjang aku memutuskan untuk menambah giat di dunia editing.

"Seharusnya tak boleh seperti itu." Kata sahabatku.

"Iya, aku tahu. Enggak boleh baper saat nangani naskah. Yang ada malah kitanya yang sakit." Jawabku sambil berhaha hihi.

Tapi akhirnya, vibrasi itu tetap menjadi seni dalam perjalanan yang membuat kita semakin matang dalam proses.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar