PENULIS RASA: Antologi Pertama


Tentang aroma yang mungkin selalu kuingat di olfaktorium. Bagaimana aku mengenang serpihan masa, saat aku memutuskan untuk fokus pada satu dunia. Dan rasa yang selalu memenuhi memori untuk segera ditandaskan. Aku memulainya.

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan daring. Aku mulai terkoneksi dengan banyak jaringan. Salah satunya adalah dunia impian. Sejak kapan tepatnya, aku mendaftarkan literasi dalam ruang mimpiku. Rasanya belum pernah terlukis dengan jelas. Dan aku selalu asik mengingatnya.

Persahabatan itu hadir bak embun pagi menyejukkan sang fajar. Menemani dan setia mendampingi hangat sang mentari. Kami bincang daring seolah sudah pernah bertemu muka, padahal tahu wajahnya saja tidak. Who knows, jika ternyata kami memiliki minat yang sama. Tentang menulis dan kaitannya dengan kesehatan.

Percakapan singkat itu menelurkan satu gagasan. Bahwa menulis itu menyenangkan dan bahkan menyehatkan, untuk jenis tulisan tertentu. Meskipun demikian, doi ingin mengemasnya menjadi sesederhana bungkus. Sehingga lebih mudah diterima dan dipahami khalayak.

Proses tersebut kami rekam jejaknya dalam sebuah segmen pelatihan menulis dalam jaringan. Yang kemudian menelurkan satu karya berupa buku. Kemudian buku inilah yang menjadi pemicu lahirnya buku-buku yang lain.

Memang benar, seribu langkah itu selalu dimulai dari langkah pertama. Dan antologi Dari Nihil Menjadi Berhasil adalah buktinya.

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter