Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Selasa, 19 November 2019

Pahami Dirimu, Temukan Ruang Aktualisasimu

"Ternyata sesulit ini ya?"
"Tidak semudah yang dibayangkan."
"Jangan-jangan aku belum paham, siapa diriku?"

Kalimat-kalimat yang dengan lantang terucap saat sesi workshop berlangsung. Kali ini kita bicara tentang potensi diri. Dengan mengetahui potensi diri, harapannya kita juga akan lebih mudah menemukan ruang aktualisasi. Di mana bukan hanya sibuk menghabiskan waktu, tapi kita pun semakin produktif.

Sebetulnya tools semacam ini bukan satu-satunya yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan atau pun kepribadian. Akan tetapi aplikasi ini lebih mudah digunakan dan lebih cepat. Hanya saja mungkin dalam hal interpretasi hasil, kita tetap perlu tenaga ahli untuk membacakannya.

Tapi aku menggarisbawahi, bahwa memang dengan kita bisa memahami diri maka kita juga akan bersikap yang tepat sesuai kapasitas diri. Kalau pun misal ternyata saat ini kita justru harus masuk pada situasi di mana sisi lemah kita lebih banyak dimanfaatkan. Maka, kembali lagi. Apakah betul kelemahan kita adalah sesuatu yang memang tidak perlu dilakukan? Ibaratkan kelemahan itu bagian dari skill yang harus dimiliki. Misalnya saja komunikasi.

Komunikasi adalah salah satu cara seseorang menyampaikan gagasan. Mau tidak mau kita tetap harus belajar dan berlatih untuk bisa berkomunikasi dengan lancar, baik secara lisan maupun tulisan. Maka, komunikasi tidak lagi masuk dalam rangka kelemahan atau pun kekuatan seseorang melainkan sebuah kebutuhan untuk dipelajari.

Komunikasi itu butuh bahasa, di mana bahasa itu sendiri merupakan sebuah kesepakatan. Ketika penyampai dan penerima pesan sudah saling mengerti maka, bahasa dan komunikasi dua orang tersebut tidak terjadi masalah.

So, tools apapun yang utama adalah seberapa dalam kamu memahami dirimu sendiri. Apakah kemudian hasilnya akan tetap atau berubah? Jawabannya ada pada diri masing-masing. Jadi, mari kita sikapi dengan bijak dan mawas diri.

Apapun tools yang digunakan, semua itu kalau menurutku hanya piranti atau alat bantu untuk membahasakan apa yang terjadi dengan diri kita, atau apa kekuatan dan kelemahan diri kita. Jadi, bukan tools-nya yang keren melainkan kalian lah yang luar biasa. Karena telah memahami dirinya dengan baik.

Selanjutnya akan kita bahas tentang ruang aktualisasi dan produktivitas. Dua hal yang mungkin bagiku tidak asing tetapi sangat exclusive untuk bisa mengurainya.

Beberapa waktu lalu seorang senior mengatakan padaku bahwa apa yang kulakukan saat ini bukan lagi untuk pembuktian atau pencarian melainkan untuk sebuah proses aktualisasi diri. Lalu, apa aktualisasi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia aktualisasi bermakna perihal mengaktualkan; pengaktualan. Sedangkan aktual sendiri bermakna betul-betul ada (terjadi); sesunggunya. jadi, bisa dikatakan bahwa aktualisasi diri bermakna mewujudkan sebuah hasil dari kemampuan yang dimiliki seseorang.

Narasumber dalam workshop tersebut mengatakan bahwa, kalau kita sudah tahu mampu begini dan begitu kemudian menikmati aktivitas ini dan itu, lalu apa? Apa yang akan memunculkan dampak? Atau apa yang menjadikan kemampuan tersebut sehingga bermanfaat? Bukankah sebaik-baik manusia adalah ia yang memberikan banyak manfaat bagi manusia lainnya?

Maka, setelah kita menemukan potensi diri selanjutnya kita juga harus temukan ruang untuk menghasilkan karya. Dikatakan karya tidak mesti berupa produk yang bisa dipegang atau divisualisasikan. Akan tetapi kembali lagi pada kebutuhan dari pada potensi yang kita punyai. Untuk tools apa yang kemarin kita gunakan, kami menggunakan tools sederhana dari Temu Bakat. Biasanya kami di ruang belajar online menggunakan temubakat.com, kalau kemarin kami hanya menggunakan tools manual yang dibantu baca oleh narasumber.

Sekali lagi, alat tes hanya membantu kita untuk membahasakan apa yang terlihat oleh mata. Bukan berarti hasilnya akan mutlak dan tidak bisa berubah. Sebab, manusia itu makhluk dinamis yang bertumbuh dan berkembang. Salah satu fitrahnya adalah menjadi makhluk pembelajar, maka tidak menutup kemungkinan bahwa hasil tes juga akan berubah. Meskipun mungkin ada satu yang melekat dan semakin besar prosentasenya. Bergantung seberapa kenal kita pada diri sendiri.

-arhana- 19/11/2019


11 komentar:

  1. Alat tes hanya membantu membahasakan yg bisa diliat oleh mata.
    bagus banget

    BalasHapus
  2. wah bagus sekali, mengenal diri lebih dalam lagi :)

    BalasHapus
  3. Keren kak, memahami diri memang susah.

    BalasHapus
  4. wah banyak insight berharga dari sini.

    BalasHapus
  5. Memahami diri emang butuh proses ya ..terima kasih

    BalasHapus
  6. Mbak Na, tulisannya hampir sama nih pembahasannya hihi sama yang batusan ku posting hihi. saling melengkapi jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Padahal enggak contekan ya Mbak Fit. Hehehe

      Hapus