Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Selasa, 19 November 2019

Niche Blog, Seberapa Penting Ia Bagimu?

Setiap bicara tentang blog selalu tak lepas dari diskusi terkait niche. Seolah keduanya adalah sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Seorang blogger mesti paham niche blognya. Terutama jika ia berharap bisa menghasilkan dari rajin merawat blognya.

Nah, apa sih niche blog itu?
Kata Mbak Rindang, pemateri tempo hari, niche blog itu serupa tema. Yes it, I know. Dan sama seperti yang sudah kupikirkan sebelumnya. Hanya saja materi kali ini benar-benar memberi wawasan baru untukku.

Bagi para expert blogger tentu saja hal ini sudah sangat familiar ya sahabat. Tapi bagi pemula sepertiku begini, rasanya berat untuk menentukan satu jenis niche dalam satu blog. Karena ya memang nulisnya juga masih sesuka hati. Jadi isinya seperti gado-gado.

Tapi, kalau kalian juga seorang pemula, please jangan galau. Kata Mbak Rindang lagi, semua blogger pernah melewati fase gado-gado ini sahabat. Sebelum kemudian mereka bisa memilih dan menentukan tema mana yang nyaman untuknya.

Seberapa penting niche blog untukku?
Soal seberapa penting, tentu saja penting untukku. Hanya saja, aku sendiri masih belum bisa mengkondisikannya menjadi sebuah konsistensi dan komitmen untuk selalu berada di  satu tema tersebut. Meskipun demikian, ternyata beberapa dari tulisanku tengah mencerminkan satu tema yang paling lekat dengan diriku. Yaitu, menulis. Entah mengapa overall tulisanku bicara soal menulis itu sendiri.

Sebelum memutuskan untuk fokus merawat rumah virtual ini, aku memiliki lebih dari satu blog. Tapi kemudian mereka bernasib sama. Aku meninggalkannya setelah jumlah tulisan mencapai sekian puluh saja. Kupikir hanya aku saja yang seperti itu. Ternyata ketika kemarin akhirnya lolos ke babak penyisihan selanjutnya, di ODOP batch #7, aku menemukan orang-orang yang serupa denganku. Berbagai macam alasan tentunya ya sahabat.

Nah, menariknya mereka juga sempat menyinggung soal si niche ini. Beberapa sudah expert memang. Dan bahkan secara mengejutkan, blog yang menurutku sudah ok, tapi ternyata masih belum fix menurut mereka yang sudah jago. Ya, seperti itu kira-kira perbedaan kacamata orang yang sudah expert dan masih belajar sepertiku.

Well, meskipun aku tidak menentukan dan kemudian spesifik membahas lebih dalam tentang niche nic yang kupilih. Nyatanya, sampai hari ini aku bergerak ke arah sana. Ibarat mau bikin buku, aku haru menentukan dulu matriksnya. Termasuk tema dan sasaran pembaca ada di dalamnya.

Maka, blog bagiku serupa buku elektronik. Kalau bikin e-book mungkin aku belum terpikir, jadi mari kita mulai saja dengan blog ini. Berangkat dari berlatih dua bulan dan satu bulan ke depan bersama ODOPers lainnya, aku akan mulai membangun niche dari sini. Meskipun isinya ya tetap acak-acakan apalagi kalau sudah bertemu tantangan. Tapi, tenang saja. Bukan kah kita bisa membuatnya seperti buku sungguhan? Yang memuat bab atau tema beragam di dalamnya, seperti sebuah antologi.

So, niche blog apa yang kamu pilih?
Yuhuuu, pada akhirnya kita bertemu juga dengan pertanyaan ini. Pertanyaan yang sudah tak sabar kalian utarakan dari tadi, bukan? Hehehe, terlalu pede. Ya tidak apa-apa, sekalian latihan menghargai diri sendiri dengan rasa percaya padanya bahwa ia mampu mengatasi tantangan, biidznillah.

Sebelum aku menjawab spesifikasi apa, mari kita tahu dulu tentang apa yang menarik untukku.

Bagiku, dunia literasi itu sangat luas, tak terbatas hanya pada konteks menulis, membaca saja. Ada berhitung, dan lainnya. Tapi, seperti kata Bang Rifa'i di bukunya yang berjudul Super Writer, kita berbagi itu bukan hanya perkara apa yang khalayak cari tapi lebih pada apa yang menjadi minat kita. Kalau dipikir-pikir, peminatan atau passion ini yang kemudian akan membawa kita pada satu spesifikasi untuk bisa dibagi.

Apakah kalian ingat? Sedikit yang kita miliki kemudian dibagi dan bermanfaat jauh lebih baik, dari pada banyak tapi tak menghasilkan apapun. Menghasilkan bukan selalu perkara uang, tapi bisa jadi kemanfaatan yang diterima orang lain. So, aku menulis karena aku minat. Aku berbagi karena aku punya sesuatu untuk dibagi. Kenapa kemudian bahasanku hanya itu-itu saja?

Bicara soal itu-itu saja, aku terpancang pada pikiran belum mendalam menggali satu topik ini. Sedangkan mungkin bagi kalian, itu-itu saja adalah satu topik yang sama. Maka, itulah kemudian yang bagiku seperti jalan setapak untuk mendaki ke puncak. Aku tertarik dengan buku, dan minat untuk menjadi pereviewnya. Buku apa? Tentu buku yang juga sesuai dengan minat. Bisa tentang psikologi, parenting, kepenulisan, dan motivasi.

Dan aku berniat menjadikan blog ini sebagai ruang aktualisasi diri untuk produktif. Membagi review dari buku yang telah selesai kubaca. Soal ini pun, aku juga belum ahlinya. Tapi minat yang kita tekuni insyaallah bisa membawa pada satu posisi ahli, biidznillah.

Kemudian, apakah hanya itu? Tidak. Menilik dari tema yang kuminati untuk dibaca. Maka, bisa jadi aroma tulisanku berkisar pada apa yang sudah kubaca. Ingat, bahwa menulis itu aktivitas menuang. Maka, kalau kata Bang Rifa'i, tumpahkan semua isi kepala kita pada kertas kosong. Meski mungkin hari ini hanya sekedar menuang, bisa jadi esok lusa kita bisa menyusunnya menjadi sebuah project yang bisa dinikmati pembaca.

Soal, berapa jenis niche yang akan kutanam? Aku belum bisa memastikannya. Sebab ya itu tadi, aku masih berkutat pada konsistensi dan kuantitas tulisan untuk mencapai sebuah standar kualitas. Meskipun demikian bisa jadi, niche dari blog ini juga tidak lebih dari tiga.

Demikian, sedikit yang bisa kubagikan sahabat. Semoga ada hikmah yang bisa kita petik bersama. Mohon maaf apabila ada tutur yang terketik dan meninggalkan kesan berbeda.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh

-arhana- 19/11/19

5 komentar:

  1. Mantap mbak. Semoga tetap konsisten ngeblognya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyaallah dikunjungi kakak senior. Terimakasih Mbak Kiky

      Hapus
  2. mantap mbak hana. niche tidak lebih dari tiga....sip nanti saya udah ketemu wangsit, pengen bikin niche juga.

    BalasHapus
  3. Jreeeeng

    "Bagiku, dunia literasi itu sangat luas, tak terbatas hanya pada konteks menulis, membaca saja. Ada berhitung, dan lainnya. Tapi, seperti kata Bang Rifa'i di bukunya yang berjudul Super Writer, kita berbagi itu bukan hanya perkara apa yang khalayak cari tapi lebih pada apa yang menjadi minat kita"

    Arhana, 2019

    tep mantep. seperti pernah disinggung sahabat sapporo pada tulisannya tentang healing teraphy, aku pikir Kak Arhana berhasil memecah kebingungan dalam diri menjadi sebuah tulisan. kereeen. semangat Kak, terus istiqomah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes Kak Ibra. Menulis Ekspresif bisa jadi sarana healing. Arahnya akan ke sana. Mohon doanya ya Kak. Semoga istiqomah memperdalam lagi setiap ulasan.

      Terima kasih sudah meninggalkan jejak Kak Ibra

      Hapus