Tentang Waktu: Berproses dan Belajar darinya


Menulis bukan soal punya waktu atau tidak, tetapi sudah punya komitmen yang kuat atau belum. Hanya sekedar hobi atau sudah menjadi passion. Sudah menjadi kebutuhan atau hanya sekedar menulis saat ingin. Dan akhirnya, ketika waktu telah jauh melangkah, kita bilang, waktu yang kurang untukku. 

Kenapa kita yang tidak introspeksi saja, 24 jam itu tidak sebentar, bukan? Kita hanya perlu melakukan sedikit hal dan fokus. Sehingga hasilnya maksimal. Kecuali dalam masa menjajaki rasa, mencari mana yang akan kau putus untuk dijadikan tempat tinggal, atau sekedar singgahan sementara.

Kau tahu?
Sesungguhnya bukan waktu yang merubah kondisi. Akan tetapi langkah yang kau ambil untuk menyelesaikan berbagai macam tantangan. Pilihannya ada dua, mau jalan di tempat atau segera menyelaraskan langkah dengan waktu. Yang jelas, waktu akan terus bergulir tanpa harus menunggumu berpikir.

Begitu juga dengan menulis. Tidak akan meningkat kualitas tulisan kita kalau hanya berpangku tangan menanti hadirnya ide atau inspirasi. Makanya, penulis juga harus banyak gerak. Gerakan penulis itu dengan membaca, baik itu membaca buku ataupun hal lainnya. 

Kenapa? Ya karena sekolahnya penulis itu membaca. Jangan ngaku penulis kalau belum suka membaca. Karena penulis sejati itu adalah ia yang tak menutup diri terhadap ilmu dan pengetahuan. Makanya, yuk perbanyak lagi investasi leher ke atas. Supaya makin berkualitas juga tulisan kita. Aamiin

Kediri, 21 Oktober 2019

Sumber gambar: dokumentasi pribadi
Desain: canva

Related Posts

There is no other posts in this category.

10 komentar

  1. Sedang ingin merubah hobby menjadi passion.

    BalasHapus
  2. Investasi leher ke atas maksudnya apa ya kak?

    Setuju. Membaca adalah komoditas utama bagi seorang penulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo lho, apa kira-kira.... Gugling ya kak...

      Hapus
  3. Tidak akan meningkat kualitas tulisan kita kalau hanya berpangku tangan menanti hadirnya ide atau inspirasi. Arhana 2019

    Jleb bener ya. walaupun sebetulnya ide sangat dibutuhkan untuk menulis. menantinya datang begitu saja bukan pilihan yang tepat. terlebih kita masih belajar menulis, alih-alih pengen tulisan bagus. eh malah kendor nulis. hoaaalaah.

    Keren Kak Han

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoalaaahhh ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
      Selalu bawa ending yang bikin sy ketawa. Terimakasih sudsh selalu berjejak kak Ibra.

      Semangattt, kapan-kapan duet sama Teteh keren tuh. Sy tunggu yak... ๐Ÿ˜

      Hapus
  4. bisa jadi pengingat aku ni..sampe sekarang ide masih suka mentok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Kakak Lusi. Tapi kalau aku lebih saat pengembangan. Semangat Kakak!

      Hapus
  5. Wah, jadi selfreminder nih, bukan waktu yang nggak ada tapi kadang kemauan yang kurang, komitmennya belum kuat>< terima kasih kak tulisannya๐Ÿ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Ki... Saling mengingatkan... ^_^

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter