Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Kamis, 03 Oktober 2019

Seperti Pena

Kita pernah terberai
Kemudian teruntai dalam makna
Kita pernah tercecer
Kemudian terangkum dalam doa

Dan garis putusputus itu semacam noktah
Yang kau sambung perlahan di atas lembaran cinta
Hingga bertemu pada syahdu yang menguar ke angkasa
Menuju Arsy tempat Rabb kita berada

Tanah tempias menanggalkan segala duka
Meleburkan luka dari segala perih yang pernah ada
Menggantinya dengan beribu cawan bertalamkan bahagia
Menuai indah dimula rasa mencecap di antara papila

Dan kau,
Selalu tahu kapan jingga kan robohkan singgasana
Hingga terbitlah malam terhias rembulan
Dan pagi menyerukan hening di antara dingin yang menenangkan

Aku,
Menikmati setiap laku
Mendekati simpuh di hadapan Rabbku
Bukan kutak tahu
Sebab sukmaku selalu menyebut namamu
Merenda kisah, dari segala intai yang kutuntaskan, untukku
Dan hanya untukku

Apakah kau tahu
Tutur dan lakumu serupa pena
Merangkai noktah demi noktah
Di antara doa dan harapan yang mengangkasa dan bernada jelas

Kediri, 31019
-Arhana-
Hati yang merindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar