Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Rabu, 09 Oktober 2019

Petrichor Rindu

Source design by Canva

Rindu selalu saja meningkahi pongah
Tak peduli seberapa berat aku harus menanggungnya
Dan hujan November menjadi pengantar mula
Bersama sejumput asa, aku kembali mengenangnya

Penghujung tahun 2014
Bersama penat kau rebahkan segala duka lara
Meninggalkan rindu yang tak pernah tahu batasnya
Jika saja aku boleh bernegosiasi dengan-Nya
Kau tak perlu pergi meninggalkan rindu belantara

Bulan baru di tahun 2015
Jejak langkah jenjang itu harus tetap kuat
Hati yang teriap nestapa
Perlu segera kumengusirnya
Mungkin aku lupa
Tapi asaku telah padu padan dengannya

Maafkan senja yang tak pernah tuntas meramu rasa
Aku di sini menunggu kau bicara
Barang sekata, sahaja

Katamu, angin sore yang akan mengantarkan pelipur
Tapi nyatanya hujan baru lebih bisa menguarkan seluruh rindu
Katamu lagi, hujan itu membawa pesan cinta
Rindu yang mungkin saja tak tahu harus ke mana
Hujanlah yang menyampaikan maklumatnya

Bersama rinai hujan baru
Aku mengenang segala ceritaku dan dia
Membentuk alur baru menjadi kita
Aku dan kamu

Bersama petrichor harapan
Aku menitipkan sebongkah asa
Untuk menyampaikan kedukaan yang tiada tara
Sebab rindu tak bisa lagi memeluk raga
Semoga engkau selalu terjaga
Dan tenang di alam baka

Rindu, hujan baru yang tenangkan rasa
Kau selalu ada di antara tetes rinai dan derasnya
Mari kita berayun di dalamnya
Supaya riap tak lagi mengharu biru sebab luka
Tetapi,bahagia dipertemukan Sang Esa

Kediri, 9102019
-arhana-
Hati yang merindu


Catatan: puisi ini didedikasikan untuk bunda dan ayah. Semoga Allah menempatkan keduanya di tempat terbaik.

Hujan dan bunda seperti kombinasi rindu yang tiada pernah kan tuntas, meski ribuan kata mengeja.

Titip Al-fatihah untuk keduanya ya Sahabat PeKat. Salam

18 komentar:

  1. Semoga bunda dan ayah mendapat tempat terbaik di sisi Nya 😇😇

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Terimakasih Kak Lutfi

      Hapus
  2. Semoga mendapat terbaik di sisi Nya...aamiin

    BalasHapus
  3. Sedih...ibu ku juga udah nggk ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah senantiasa menggenggam hati kita dalam kesabaran ya Mbak..

      Hapus
  4. Semoga bunda dan ayah kakak mendapat tempat terbaik Nya.

    BalasHapus
  5. I know how it feels. Bapak ibukku telah lama berpulang, rindu kepada mereka pun tak tebilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Bapak Ibuk Kak Renita juga mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin... Big hug mbakku

      Hapus
  6. Semangat kak, kita sama dua2 nya hanya bisa ditemui dalam mimpi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbak Dina... Mbak Dina juga yaa

      Hapus
  7. Semangat ka, semoga do'a menjadi sebaik2 pengobat rindu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Terimakasih Mbak...

      Hapus
  8. Mbak Nanaaaaaaa 😭😭😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai sayangnya aku... Makasih sudah berkunjung ya... 🤗🤗🤗

      Hapus