Perempuan Diksi

Sumber: Dokumen Pribadi
Desain by canva

PUISI
Oleh: Arhana

Catatan itu karam
Terbebas dari ricuh yang bergemuruh
Terjauh dari sentuh yang membunuh
Terhapus dari memori yang lusuh

Tulisan itu hilang
Terlepas dari katakata usang memabukkan
Terkikis dari masa menyakitkan
Bersama serakan puing-puing ingatan

Dan memoar waktu menitiskan
Pada bidak nada yang mengharukan
Setelah ribuan masa silam
Simfoni kenangan menguar

Menunjuk duduk tak menghiraukan
Seakan kehilangan sesuatu yang wajar
Nada-nada yang sumbang
Dari aku yang usaha mengenang


20082019
**************************************************

Aku ini musafir kata bukan penulis yang hanya bicara. Menitipkan berkas senja pada sajak yang kan kau temui saat fajar dimuka. Dan aku bukanlah petaruh rasa. Jika tak dieja, maka tuah tak bersahaja di kata.

Aku ini ilalang yang gemerisiknya selalu mengendap ke ruang dengarmu. Menyibak segala duka lara dari manisnya belati mengguris masamu. Di mana badai tak jua bisa menuntaskan segala penat dan perih kerinduan. Tapi kamu selalu ada untuk berjaga menunggunya pulang.

Aku ini perempuan diksi
Yang dengannya aku mengeja puisi-puisi
Untuk disimpan bukan dinegasi
Tapi aku juga bukan peduli
Sebab nada-nada lahir dari simfoni
Irama hati yang paling tinggi
Sebab Allah turunkan diri bersama isi yang bertali

Dan aku perempuan diksi
Yang di paginya kau cecar ribu beribu melodi
Siangnya kau suap bersendok ilustrasi
Dan malamnya kau hantarkan mimpi

Meski aku perempuan diksi
Tapi aku tak suka pilih memilih
Dan ujar mencari jalannya sendiri
Sementara aku hanya membersamai

Kediri, 4102019

Related Posts

4 komentar

  1. Masyaa Allah, sungguh diksi yang bahari. Semoga istikamah dalam diksi yang indah, diksi yang ditujukan hanya untuk Yang Mahaindah.


    Suka tulisannya Kak Arhan, jazaakillahu khayr.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa Allah... Bagaimana tidak semangat kalau tiap hari dikasih tetes-tetes menyejukkan seperti ini.

      Terimakasih Mbak Dee sudah hadir, mampir, bahkan meninggalkan jejak.

      Hapus
  2. Indah sekali... :) pemilihan katanya sgt pas

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter