Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Sabtu, 26 Oktober 2019

Penulis Pemula, Menulislah untuk Manusia

Dok. Pribadi dari buku Kitab Penyihir Aksara


Sebagai penulis, pernahkah berpikir untuk siapa menulis? Atau untuk apa menulis? Tapi nanti beda ya jawabannya dengan inti bahasan kita malam ini. Okay, kembali ke tujuan menulis tadi. Kepada siapa kamu menuju? Atau kalau tujuan menulisnya untuk apa, maka aku mau kasih dua opsi. Untuk ketenaran supaya viral, atau untuk dibaca orang lain dan berbagi manfaat.

Hayo, apa jawabanmu?

Hehehe, ini masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya ya. Tentang ritual menulis. Kalau tadi aku tercengang dengan ritual menikahi bahasa yang aku sendiri tidak begitu banyak mengenal bahasa. Maka sekarang saatnya kamu menelisik lebih jauh tentang untuk siapa kamu menulis.

Tadinya aku horor membaca bab ini. Bagaimana mungkin pertanyaan itu hadir lebih mula. Spontan jawabanku ya untuk siapa lagi kalau bukan untuk pembaca. Dengan kata lain, pembaca adalah manusia. Hahaha, ya iyalah manusia. Pasti kalian juga akan berpikir demikian.

Oke, saat menulis untuk dibaca publik, kita cenderung berpikir tentang rasa, kesan dan juga pesan. Padahal semua itu justru akan tercipta ketika kita berusaha hadir secara alami. Bukan rekayasa dengan cara memikirkan apa dan bagaimana. Kalau untuk kita yang pemula begini pokoknya tulis aja dulu. Tidak perlu berpikir tentang kesan apa yang akan pembaca miliki.

Namun, lain daripada itu. Selain berpikir tentang kesan, hendaknya kita memang banyak berlatih. Tak perlu juga berpikir tentang topik apa yang sedang hangat diperbincangkan publik. Karena kita juga perlu mempertimbangkan aspek mengenal lebih dekat. Salah satu kunci latihan menulis adalah dengan menuliskan apa yang paling dekat dengan kita, atau yang paling kita ketahui.

Oleh karena itu, menulislah untuk manusia bukan untuk mesin. Supaya mereka membaca dan kemudian mungkin mendoakan kita. Sebab semakin banyak yang berdoa akan semakin besar pula kemungkinan Allah mengabulkan permintaan kita.

Menulis yang untuk manusia juga tidak lepas dari apa yang kita sukai, apa yang paling dekat, dan apa yang paling kita pahami. Seperti ritual #5 yaitu publikasikan tulisanmu melalui media. Baik itu blog, fb, instagram, wattpad, dan lain-lain.

Demikian ya sahabat PeKat, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Semoga yang sedikit ini bisa diambil manfaatnya.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh

Kediri, 26 Oktober 2019

1 komentar:

  1. Oh tidak,aku tersihir. Hehe.

    Aku dulu pertama nulis biar bisa dibaca sama aku, secara dulu alasan tuh biar bisa gak lupaan.


    Sebetulnya menulis untuk mesin pencari atau menulis berdasarkan hal yang viral aku pikir gapapa sih, selama kita gak melakukannya dengan terpaksa.

    Tapi untuk penulis pemula yang lagi ngelancarin nulis kayak Aku, menulis untuk manusia itu lebih beradab sih ketimbang buat mesin pencari. Hehe

    BalasHapus