Nulis Suka-suka

Hari ini aku bertekad untuk menyelesaikan semua urusan tentang editing dan utang menulis. Tapi, who knows? Ketika macet saat mengembangkan ide yang terlintas. Bahkan menulis bebas rasanya pun tidak sanggup. Tapi biarlah ya. Ini juga menjadi bagian dari jejakku untuk berbagi sedikit saja dengan kalian.

Rasanya sudah lama tidak menyapa Sahabat PeKat. Apa kabar kalian? Semoga selalu sehat dan bahagia ya ....

Well, aku berhenti kaya gini tepat setelah ada yang curhat sama aku. Tentang apa yang mesti kalian lakukan kalau apa yang kalian cita-citakan justru ditentang sama orang tua. Ya, ga ada cara lain. Buktikan. Tanpa harus menentangnya. Itu kalau aku. Kali aja kalian punya ide lain untuk ini.

Ok,
Aku cerita saja ya hari ini. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan di dunia ini. Yang kadang kita terlalu menikmati satu hal saja, sehingga melewatkan banyak hal lain yang sebetulnya juga bermanfaat untukmu. Lalu, apakah kamu sadar? Kalau sebenarnya, satu kemampuan itu ada ketika ia memiliki komponen pembangun yang lengkap, dan sesuai takaran. Ayo, siapa yang sudah menyadari itu?

Nah, kadang masing-masing komponen ini enggak kita dapat di zona nyaman. Kita perlu move dan menemukan berbagai macam hal untuk kemudian kita cari keterhubungannya. Begitu saja. Tapi, perjalanan di luar zona nyaman ini yang seringkali membuat kita harus menahan napas bahkan. Jangan lama-lama, habis oksigen nanti.

Hal-hal sederhana saja yang kita lakukan, juga bisa mengantarkan kita pada titik di mana kesadaran itu terbangun. Kitanya saja yang kadang terlalu banyak pertimbangan. Eh, ini sih aku ya. Terlalu banyak berpikir sampai akhirnya tenaga sudah habis saja untuk berpikir. Sehingga tak ada energi lagi untuk melakukan apa yang sudah direncanakan.

Termasuk menulis, kalau memang saat ini belum bisa konsisten dengan apa yang sudah kita rencanakan, masih dalam fase nulis suka-suka, ya sudah do it. Yang jelas, jangan putus untuk tidak menulis. Bukan status lho ya. Ternyata esensinya benar berbeda, sangat berbeda. Nulis status itu kamu hanya butuh satu kalimat. Atau beberapa kalimat deh. Sedangkan kebutuhanmu itu lebih dari itu. Bisa dibayangkan sendiri, kalau kebutuhan yang dialirkan itu ada satu liter, tapi yang keluar hanya setetes. Jadi, apa sisanya? Kalau tidak meledak dan meluber tak jelas.

Makanya ya, hari ini biarlah dulu aku nulis suka-suka. Siapa tahu dari sini nemu kekuatan untuk mengembangkan ide yang berlesatan secepat kilat.

Semoga Sahabat PeKat enggak bosen ya nunggunya. Sampai jumpa lagi ....
Kediri, 17 oktober 2019

Related Posts

There is no other posts in this category.

4 komentar

  1. pantesan pabrik kata tidak beroperasi. ternyata penenunnya sedang ada urusan lain. ehehe

    soal curhatan teman yang punya pendapat lain dengan orang tuanya, aku sih sependapat sama ka Arhana, selama bisa membuktikan tanpa harus menentang. aku pikir hasilnya akan lebih indah dari pada dengan pertentangan. toh, bagaimanapun juga orang tua kita adalah Ridho-Nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuuuu Kak Ibra...

      Terimakasih atas supportnya... Bismillah, insyaallah mau beroperasi lagi. Semoga enggak terlalu lama larut dalam kontemplasi.

      Hapus
  2. Asyiiiik. udah beneran nih, udah produksi lagi, sehari ini kayaknya bakal produksi lebih dari satu postingan. mantaaabs.

    percaya deh sama Kak Arhana, penenun kata sepertinya tidak akan pernah terlarut dalam kontemplasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah wah wah... Ya meskipun postnya buat bayar utang.

      Rupanya langkah jalan ninja Kak Ibra semakin cepat lesatannya.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter