Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Minggu, 20 Oktober 2019

Ketika Ibu-ibu Berbagi



Pernah  yang tidak menyimak ibu-ibu ngobrol? Biasanya apa yang kalian temukan? Ya, ibu-ibu seolah tak habis kata untuk bercerita aneka ragam tema dalam sekali duduk saja. Lalu, pernah kah membayangkan, ketika obrolan itu berubah wujud jadi tulisan? Dan buku antologi artikel parenting ini bukti fisik, obrolan ibu-ibu yang tiada habisnya.

Pembahasan yang bukan itu-itu saja, meskipun tetap hal-hal yang tak jauh dari aktivitas kesehariannya. Mulai dari buah hati sampai urusan investasi. Dan semua topik tersebut memiliki ruangnya sendiri-sendiri. Tetapi, ibu selalu punya cara untuk membuat obrolan mereka renyah dan tiada habisnya.

Maka benarlah, bahwa perempuan memiliki kebutuhan untuk menyalurkan stok kata yang ia miliki setiap harinya. Dan apa kau tahu? Bahwa perempuan memiliki stok 20.000 kata per hari. Bisa lah dibayangkan, andaikata stok tersebut diendapkan begitu saja. Dan terlewatkan dari hari ke hari. Ibarat keran air, ketika harus dialirkan saat mesin pemompa air menyala. Sementara, tidak ada tandon untuk menampung air yang sudah disedot. Dan kerannya dibiarkan tetap tertutup. Kalau tidak jebol pipanya, dia akan menyembur lebih deras saat keran itu dibuka. Benar tidak?

Nah, oleh karenanya seorang perempuan harus lebih pandai mengelola dirinya. Baik itu caranya membagi ide pun bagian dirinya yang harus tetap utuh dan waras menghadapi hari. Bagi yang tidak suka menulis, tentu memiliki cara untuk menyalurkan kebutuhan ini. Bisa jadi dengan melakukan hobinya, apapun itu. Sebab, kadang saluran kata-kata yang dimiliki perempuan, kerannya enggak mesti berupa menulis. Tapi bisa dari kegiatan apapun yang disenangi. Entah bagaimana cara kerjanya. Hanya saja, ketika hati perempuan itu bahagia. Ia akan secara otomatis juga membawa dunia di sekitarnya bahagia. Manajemen dirinya pun meningkat.

Buku antologi artikel ini hanya sekelumit bukti, bahwa perempuan punya bahasa sendiri. Untuk membagi kisah dan juga informasi. Menebarkan benih juga hikmah dalam kehidupan sehari-hari. Selamat membaca wahai perempuan. Semoga kisah sederhana dalam buku ini membuka tabir inspirasi.

Salam Literasi
Handiana Muthoharoh

Batu, 20 Oktober 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar