Cerita dari Lagu

Dok. Pribadi (desain by canva)


Lagu bagiku ya lagu saja. Lirik ya lirik saja. Tak terpikir kalau kata per katanya bisa membawaku jauh berkelana. Meski memang sebenarnya iya. Tapi aku selalu menampik bahwa ide menulisku itu dari lagu.

Saat mereka mengatakan bahwa mencari ide menulis dari nonton. Aku berpikir, bagaimana bisa? Karena aku memang tidak sesuka itu untuk nonton. Bahkan aku sudah lama tidak tahu bagaimana rupa tampilan berwarna-warni dalam sebuah kotak bertabung maupun yang disebut lcd. Iya, aku tidak mengkonsumsi siaran komersil apapun melalui media itu.

Tapi, aku tidak menafikkan bahwa kadang menonton itu menyenangkan. Ada bagian-bagian yang bisa kita highlight, kemudian kita tulis ulang, lalu mungkin kita kembangkan. Di-highlight macam baca buku saja ya? Hahaha

Eum, itu pun aku mulai seperti begitu juga baru-baru ini saja. Karena memang aku tidak pernah menikmati secara total saat menonton, sebagaimana aku membaca. Hehehe

Nah, kalau lagu bagaimana?

Percaya atau tidak, aku bahkan mulai mencuplik satu bait untuk dijadikan inspirasi cerita. Dan memang lagu itu benar-benar memberi kesan untukku. Perkara lagu memang aku sendiri pilih-pilih, heee .... Sekalipun aku suka satu genre atau aku suka keseluruhan dari satu band. Bukan berarti all of them song mesti aku suka, enggak begitu juga. Tapi, lirik yang memang sarat makna dan bahasanya enggak biasa. Misalnya lagunya Sheila on 7 dan Letto.

Tapi kali ini, bukan lagu mereka yang bikin aku nekad memasukkan liriknya. Ada yang tahu lagu ini,
Hujan,
Kau ingatkan aku
Tentang satu rindu 
Yes, lagunya Bang Opick, judulnya Satu Rindu. Beberapa hari aku mikir, ternyata begini nih cara kerja sebuah lagu menjadi inspirasi untuk menulis. Bukan hanya itu, manusia itu unik. Akan muncul berbagai macam warna ketika mereka mulai menginterpretasi satu hal. Sebab semua warna itu dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan seseorang.

So, do more talk less kalau kalian merasa mentok. Lakukan dulu, apapun itu. Asal baik dan tak merugikan pihak mana pun. Karena kalau kita berhenti, siapa tahu justru di titik itulah kita akan menemukan sesuatu. Dan sampai pada satu titik itu karena kita memulai langkah pertama. Tidak ada satu kepercayaan diri yang utuh tanpa melalui kegrogian dengan tingkat berapapun. Maka, lewati.

Selamat berkontemplasi dan beraksi!
Salam Literasi.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh

Kediri, 28 Oktober 2019

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter