Aliran Rasa

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hari ini aku cuma mau diam. Diam dalam berucap sepenuh kata. Ada banyak sekali informasi yang harus dikelola dengan cermat. Kalau tidak, mungkin akan salah dia menempati ruang. Kosong bukan berarti boleh ditempati siapapun. Kadang kita perlu membiarkannya. Sampai beberapa waktu penghuninya akan datang.

Beragam rasa telah mampir selama ng-ODOP bersama Sapporo dan seluruh tim. Ada kalanya kami saling sahut di ruang baca umum. Tapi tak kalah seru, Sapporo mewarnai sebagian hariku. Tak terasa, Kamis manis sudah menyapa kembali. Rasanya baru kemarin aku menulis setelan daftar pengumpulan link di hari Kamis. Subhanallah, betapa terasa sekali cepatnya waktu berlalu.

Harapanku yang membumbung, semoga konsistensi selama dua bulan akan terpatri menjadi sebuah kebiasaan untukku. Habit yang selama ini sangat ingin kutanamkan. Tapi seringkali menghadapi berbagai kendala. Sampai akhirnya harus stuck.

Seperti itu juga kondisi rumah virtualku satu ini. Aku membangunnya sejak dua tahun lalu. Andai saja kemarin tidak dicantumkan link post lama sebagai pintu kunjungan. Mungkin aku sendiri lupa, bahwa rumah ini sudah ada sejak dua tahun yang lalu.

Ya, begitu banyak hal yang kupertimbangkan. Salah satunya media. Di awal ng-ODOP, aku sudah pernah bercerita. Bahwa aku memilih instagram sebagai media penyimpanan sekaligus berbagi. Karena memang saat itu, kapasitasku masih sependek caption instagram. Meski sebenarnya kalau sudah mencuit, aku seperti burung yang saling bicara pagi ini. Sahut menyahut dan tentu saja rame.

Mengikuti ODOP, ternyata memancing sisi tercerewetku. Jadi, ya mau tidak mau, sepanjang ini kalian harus membantuku. Menjadi pembaca, setidaknya berkunjunglah barang semenit. Supaya aku juga bisa terus bisa menjaga kewarasan ini. Hahaha, bagaimana mungkin seperti itu? Iya, aku nulis di blog sebenarnya sambil mikir. Ko kaya lagi monolog. Aneh aja, karena memang belum terbiasa. Kalau sudah terbiasa mah. Ya, it's ok.

Tapi, link post yang dijadikan pintu rumahku itu, justru melahirkan beragam ide. Salah satunya adalah membangun bilik. Ya, sepertinya ada janji yang belum tunai di sana. Tentang apa yang sebenarnya ingin kusampaikan di sini.

Baca juga :
1. Namaku Adalah 
2. Menulis menyehatkan

Iya, dulu aku ingin membagikan kepada kalian, tentang betapa manfaatnya menulis. Meskipun mungkin ia bukan satu-satunya. Tapi setidaknya, aku bisa membagikan hasil riset sederhanaku. Supaya tidak hanya terdampar di rak-rak perpustakaan. Atau mungkin hanya jadi obyek pengamatan.

Sesederhana itu. Kalau bukan aku yang membantunya untuk menebar manfaat, lalu siapa lagi. Sekali saja ada yang pernah bertanya kepadaku dulu. Tapi itu pun sudah lama berlalu. So, izinkan aku untuk berbagi tentang itu, next time.

Semoga plan project-ku bisa segera tuntas. Sehingga tulisanku tak selamanya juga akan seperti ini. Meskipun mungkin di sini ada sekecil manfaat yang tersimpan. Terimakasih kepada seluruh sahabat PeKat. Kehadiran kalian semacam bahan bakar baraku.

Salam Literasi!

Kediri, 10 Oktober 2019

Related Posts

There is no other posts in this category.

4 komentar

  1. Di odop bisa belajar banyak hal...makin sering nulis makin terlatih...
    Semoga bisa sama2 terus di tim Sapporo...
    Kayaknya perlu bikin yel-yel tim ni...🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihihi... Mantap Kakak Lusi. Bener banget. Sejak masuk Sapporo, aku ngrasa atmosfer yang beda.

      Hapus
  2. Salam Litersi Kak...
    Aku jadi semangat lagi setelah membaca tulisan ini.
    kemarin sempat surut, tetapi keinget waktu yang sudah terlalu.. makasih Kak..
    salam hangat dari kairo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung... Hanya coretan kecil pengantar tidur saya nih Kak. Alhamdulillah kalau yang kecil ini bisa menyemangati... Mari berjalan bersama... Salam kenal Kak Senja dari Kairo 😊

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter