Tentang Membaca

Sumber: Dokumen Pribadi

Bukan hanya berjalan, bahkan membaca pun butuh move. Ketika merasa salah bacaan, belum tentu sepenuhnya salah. Bisa jadi karena tak tepat memilih tempat atau moment untuk menghabiskan bacaan. Kelihatannya simple. Bahkan mungkin dianggap basi atau tak penting. Tapi ternyata, ada harta karun di dalamnya. Siapa sangka? Jadi, jangan berhenti. Teruslah melangkah bersama keyakinan hati yang semakin jelas. Dan, selamat membaca. 🌷

Membaca itu seni. Dia tidak akan bermakna jika hanya sekedar. Tapi akan terasa jika tepat sasaran.

Sudah mulai malam, tulisan ini menjadi pengantar sebelum menyudahi malam dengan memejamkan mata. Jadi, aku hanya ingin sedikit berbagi rasa ketika kita membaca tapi merasa salah bacaan. Bahkan membaca butuh menciptakan moment. Dan bukan hanya itu, ia juga perlu move.

Kalau tahu ternyata buku ini menarik, seru dan gemesin mestinya sudah selesai lama untuk dibaca. Tapi, ternyata aku salah memilih tempat untuk memulai. Alih-alih menemaniku membunuh bosan karena menunggu terlalu lama di sepanjang antrian poli dan apotek, buku ini justru membawaku pada "mimpi" yang tak seharusnya hadir. Hehehe ... kalian benar, aku tertidur di sepanjang antrian itu. Huh, rasanya ....

Jadi, sebenarnya buku ini hasil rekomendasi dari Pak Isa. Ya bukan ke aku sih, tapi ke semua pelanggann ya. Jenis bacaan yang bisa dijadikan referensi saat kamu ingin belajar detail, deskripsi dan plot twist. Aku selalu saja tertarik pada bagian rekomendasi seperti ini. Setidaknya enggak bakal nyasar kalau mau cari alamat. Alih-alih akan belajar, aku justru bingung dengan apa yang kubaca saat itu. Awalnya aku berpikir, kok begini. Dan harus berulang-ulang pada halaman yang sama, bahkan kalimat yang sama. Ah, ini sih bisa jadi juga karena kualitas bacaku yang enggak oke ya.

Nah, itu kenapa aku bilang baca juga perlu move. Karena kamu enggak akan memahami bacaan itu kalau tetap maksa hanya berkutat pada kalimat, paragraf dan halaman itu-itu saja. Namanya juga membaca untuk refreshing ya, usahakan jangan terlalu tegang. Jadi, lanjut aja dulu sampai selesai. Kalau sudah selesai, baru simpulkan, bacaan itu tadi gimana, maksud cerita itu seperti apa, terus ternyata kamu bisa belajar apa saja dari buku itu.

Aku sih memang belum paham ya tentang plot twist. Jadi, waktu baca buku ini sebenarnya juga sudah hilang semua deskripsi rekomendasi yang dikatakan Pak Isa. Aku justru fokus sama ceritanya. Seolah sedang bicara dengan si tokoh utama. Dan, dapat feel-nya emang pas sudah di tengah bab. Dan aku mulai tertarik dengan apa yang dipaparkan di sana.

Well, di setiap bacaan tentu ada pesan yang ingin penulis sampaikan. Di luar konten dan alur cerita itu sendiri. Aku sendiri selalu amze ketika menemukan beberapa informasi yang menurutku itu baru. Apalagi kalau penulisnya menyampaikan nilai-nilai filosofis dari sesuatu. Nah, di buku ini mungkin enggak dinyana kalau di sana ada info tentang olahraga lari. Yang bikin aku tertarik di sini, cara Edith menyampaikan tentang filosofi lari.

Banyak sekali makna lari. Bisa jadi konotatif atau denotatif.

Kalau penasaran, kalian bisa baca sendiri bukunya ya. Yang jelas, buku ini rekomended. Enggak kaleng-kaleng kata teman-temanku.

Oke, sampai di sini dulu ceritaku tentang buku. Jangan lupa, lanjutkan bacaanmu yang terkesan membosankan itu, supaya kamu enggak setengah-setengah menilai. Lakukan dengan totalitas, supaya kamu juga terlatih untuk lebih peka terhadap realitas.

Happy reading, writing and editing. Be happy to be yourself. See you soon

Assalamu'alaikum ....

Kedir, 290919

Related Posts

There is no other posts in this category.

2 komentar

  1. Wah, buku 101 dosa penulis pemula, wah pingin punya 😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mbak Nio... Yuk miliki bukunya. Terimakasih sudah berkunjung Mbak...

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter