Sejuta Aplikasi Menulis

Hari kedua ngeblog, rasanya seperti ada yang mau segera dikeluarkan. Tadinya mengecek ke bank ide-list. Tapi ternyata kali ini aku lebih tertarik pada aplikasi-aplikasi yang ditawarkan untuk istiqomah nulis.

Ternyata kalau dipikir-pikir ya... 💭
Kunci dari sesuatu disebut expert adalah ketekunan atau kita biasa sebut istiqomah. Ya, melakukan sesuatu secara berulang. Meski sedikit tapi dilakukan secara kontinyu. Itu akan menghasilkan sebuah keahlian yang menguat pada pelakunya. Sebab menulis itu juga skill yang perlu diasah. Bukan hanya sekedar bakat. Bisa bicara mengalir itu perlu latihan, enggak tetiba jadi ahli. Maka, menulis pun perlu dibiasakan. Meski hanya sedikit kalimat hari ini, tetap harus dituliskan.

So, di sini aku berbagi saja sama kalian. Aplikasi yang biasa aku pakai kalau lagi mau nyampah. Orang kan enggak mau ya kita lemparin sampah sembarangan. 😂😂 Jangankan orang aku saja ogah.

Jadi, daripada kita ngdumel enggak jelas, nyampah-nya di tempat umum atau media sosial. Post story WhatsApp misalnya atau bikin feed akun media sosial lainnya, yang isinya itu marah-marah atau mungkin bicarakan sesuatu yang enggak bagus, biasanya orang bilang itu unfaedah. Maka dari itu, marilah kita bijak menggunakan media. Salah satunya dengan menyalurkan energi negatif pada tempatnya. Kalau suka nulis, ya sudah tulislah itu di aplikasi-aplikasi yang banyak ditawarkan oleh penyedia layanan. Bisa disimpan atau mau dibuang sesuka hati, bebas. Yang jelas, enggak akan mengganggu ketenangan, ketertiban dan kenyamanan para pembaca budiman. 😁

Dari sekian banyak aplikasi, aku sendiri lebih prefer ke google keep. Ini yang utama. Berarti punya banyak aplikasi dong? So many. Waste a time aja. Atau waste a space. Ya itu sih, pendapat masing-masing orang ya. Kalau aku menggunakan aplikasi itu by benefit.

Enggak semua aplikasi yang direkomendasikan oleh penyedia layanan cocok sama kita. Bener apa bener? Makanya, pilih aja yang sekiranya cocok.

Jadi selain google keep, aku juga pakai note bawaan gawai. Setelah itu ada google dokumen. Lalu ada Life Buku Harian.
***
Google Keep
Kenapa aku memilih GK untuk jadi aplikasi menulis utama? Tentu saja karena GK bisa dibuka di mana saja. Mau pakai gawai bisa. Pakai PC pun ok. Tapi mungkin dia butuh koneksi internet saat digunakan.

Terlepas dari kekurangannya, sebab memang tak ada yang sempurna ya... GK ini termasuk yang paling mudah, menurutku, dan ringan. No iklan dan dia full free. Pokoknya berkreasi dengan aplikasi ini cukuplah. Apalagi kalau niatnya cuma buat nyampah kaya aku tadi.

Kalau udah penasaran mau cobain, lagsung aja cek di google keep ya. Atau kalau ada pengguna aktif yang mampir ke sini. Boleh kasih review tambahan di kolom komentar.

Note
Setelah puas dengan GK, mari kita cek aplikasi bawaan dari masing-masing gawai. Gawai kamu ya, jangan punya orang lain diintip. 😁😁😁

Untuk Note, aku biasanya pakai saat mau nyatet sesuatu yang umum. Seperti misalnya waktu rapat enggak bawa buku catatan. Atau pas lagi butuh nyatet belanjaan lupa enggak bawa kertas. Ya udah, pakai aja note. Dia juga ada fitur ceklist. Bisa juga disematkan di layar utama.

Aku kalau lagi ada yang urgent harus diingat, atau ada deadline yang mendesak begitu. Seringnya menggunakan aplikasi ini untuk membantu cek, mana yang sudah dan mana yang belum. Dengan begitu pekerjaan bisa sedikit lebih ringan.

Sebetulnya fitur seperti ini juga ada di GK. Cuma kali ini aku lebih prefer menggunakan note. Kalau kamu, pakai aplikasi apa? Boleh dong sharing juga.

Google Dokumen
Next, balik lagi ke aplikasi keluaran google. Kali ini mirip dengan cara kerja Microsoft office. Kalau mungkin ada yang pakai wps, Microsoft word, atau polaris dll. Itu semua sama. Cuma lagi-lagi mana yang nyaman dan lebih match dengan gawai yang kalian gunakan.

Aku memilih GD untuk aplikasi yang lebih formal, karena dia lebih mudah sinkron saat harus dibagikan atau ketika kita menggunakan fitur lain dari google. Yes, sekarang ini hampir semua aplikasi seperti saling terhubung. Penggunaan Google Drive misalnya, dia akan lebih fix kalau filenya berekstensi yang sejajar. Selama itu tidak memberatkan kinerja gawai sih it's ok. Jadi semua balik lagi pada spesifikasi gawai juga.

Eum, kenapa pakai google dokumen? Iya, kadang aku butuh membaca naskah, yang kalau harus buka PC dulu itu terlalu memakan waktu. Jadi cukup cek by aplikasi. Atau kadang butuh bikin resume kulwap. Kan kalau harus copy paste dari aplikasi lain ke word menggunakan PC, itu pasti butuh effort lebih. Jadi,ya cari praktisnya. Tinggal nanti kalau sudah selesai, finishing by PC.

Live Buku Harian
Nah, ini aplikasi yang terakhir mau aku bahas hari ini. Aplikasi baru menurutku. Karena memang aku baru tahu. Dan sekali sentuh, aku jatuh cinta. 😂

Aplikasi ini dari review yang aku baca, dia ok untuk para penulis buku. Jadi, di situ ada halaman yang bisa kita gunakan untuk menulis draft. Namanya juga draft, pasti mentahan dulu. Kerennya, aplikasi ini ada fitur pengingatnya.

Kalau namanya penulis, pasti punya target kapan buku akan selesai, kan? Sudah tentu tiap hari akan di plot untuk menghasilkan setidaknya satu draft naskah. Nah, aplikasi cantik ini tiap hari akan ingetin kamu untuk menuliskan draft selanjutnya dan seterusnya, sampai buku kamu selesai.

Aku belum banyak eksplore sih. Tapi sejauh mata memandang, aplikasi ini rekomended. Apalagi juga direkomendasikan sama blogger aktif dan penulis buku aktif.
Well, akhirnya itu tadi yang bisa aku bagikan hari ini. Keempat aplikasi itu bisa jadi alternatif kamu yang kesulitan harus nulis di mana, saat ide sedang mengalir deras. Karena ide itu layaknya buruan, kalau enggak segera diikat, dia cepat menghilang.

Dan bukan cuma itu, aplikasi-aplikasi itu juga bisa membantu kamu untuk aktif menulis setiap hari. Karena menulis itu memberi sejuta manfaat. Maka, bolehlah lakukan rutin minimal 15 menit sehari. Atau untuk awal-awal bolehlah 5 menit, kemudian naik jadi 10 menit, dst. Sampai kamu betah 30 menit duduk menyelesaikan draftmu yang sudah lama nganggur.

Ok, next time kita ngobrol lagi. Tetap stay di ruang makan Penenun Kata ya... Supaya kamu bisa menikmati hidangannya setiap saat.

Assalamu'alaikum...

Kediri, 10919

Related Posts

There is no other posts in this category.

6 komentar

  1. Kalau aku, cukup pakai app Note di gawai �� karena memang internal memory tidak memungkinkan men-download app.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Mbak. Memang akhirnya sih menyesuaikan dengan spek gawai kita. Dan semoga itu bisa bantu kita untuk keep istiqomah.... Makasih ya Mbak udah mampir...

      Hapus
  2. ada satu lagi nama aplikasinya VoiceNote kalau gaksalah, itu bisa ngebantu kita nulis saat kita gak bisa nulis, jadi cara mainya adalah kita ngomong, dan si Applikasi bakal terjemahin omongan kita ke tulisan, hehehe. sebelumnya di stel dulu bahasa yg digunakannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups benar sekali. Terimakasih sudah mampir dan menambahkan list review kak.

      Hapus
  3. Semoga makin hari makin keren mbak 🤩

    BalasHapus
  4. Terimakasih Mbak... ��

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter