Rumah Belajar Craft

Sesuai dengan judul post hari ini. Rumah belajar craft, kami biasa sebut rumbel craft. Yaitu, salah satu ruang belajar bagi kami para ibu pembelajar di komunitas Ibu Profesional Kediri Raya, selanjutnya kita sebut IP KediRa.

Kalau salah satu, berarti ada berapa banyak rumbel di IP KediRa?
Rumbel IP KediRa ada lima saat ini. Diantaranya ada rumbel menulis, rumbel craft, rumbel boga, rumbel desain grafis atau desgraf, dan rumbel doodle and lettering.

Mengapa dikatakan saat ini?
Iya benar. Karena rumbel ini akan terus berkembang seiring berkembanganya keinginan dan kebutuhan ibu-ibu untuk mempelajari bidang tertentu. Seperti halnya di rumbel craft ini.

Masing-masing rumbel memiliki event dan momentnya. Kami membaginya menjadi dua kegiatan, yaitu online dan offline. Kedua sisi ini sebetulnya saling bersinggungan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Akan tetapi, porsinya akan berbeda pada tiap-tiap rumbel.

Nah, rumbel craft di IP KediRa termasuk salah satu rumbel yang aktif di offline. Dan pada akhir pekan kemarin, baru saja mengadakan pertemuan dengan mengusung tema, aku belajar shibori.

Pada dasarnya, kita akan belajar sesuatu dari dasar. Semacam pengenalan. Jika ada yang berminat mengembangkan, tentu saja teman-teman di ruang ini akan bersedia membantu untuk memfasilitasi. Karena craft itu sendiri ragamnya sangat banyak. Maka, arum (sebutan bagi member rumbel) akan memilih mana yang paling ia minati untuk bisa dikembangkan. Sebab tujuan dari rumbel tidak hanya sekedar mengenal atau belajar, akan tetapi lebih kepada pembekalan. Supaya ke depan, ibu-ibu ini menemukan sesuatu yang membuatnya berbinar-binar sehingga tidak hanya mampu dijadikan sebuah hoby, tetapi juga dapat menghasilkan.

Well, tak dipungkiri bahwa hasil itu tidak hanya berupa materi atau uang. Tapi bisa jadi juga sebuah kebahagiaan. Hal ini sempat diungkapkan oleh beberapa arum. Meskipun sebagai anggota craft, tapi Beliau masih lebih berbinar saat bergelut di dunia boga. Hal ini sah sah saja. Mengingat tadi tujuan dari rumbel itu sendiri. Di sini kami, tidak ada senior ataupun junior. Karena semua guru semua murid. Jadi, bisa saling tukar info dan pengalaman untuk diambil hikmah masing-masing.

Aku Belajar Shibori
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Kali ini aku tidak mencari tahu lebih jauh tentang apa yang akan aku lakukan nanti. Karena sama seperti biasanya, tujuanku hadir tidak hanya sekedar belajar apa yang akan kita pelajari di lokasi. Akan tetapi, moment membersamainya yang kunikmati.

Jika kelas-kelas sebelumnya aku sudah familiar sebelum eksekusi. Kali ini aku tidak punya gambaran sama sekali. Sampai kemudian tibalah hari yang ditentukan. Hari itu ternyata akan lebih banyak hal yang kulakukan. Mulai dari membuat pola sampai dengan proses pewarnaan. Banyak step yang harus kukerjakan, bahkan ketika bahan sudah kubawa pulang.

Untuk shibori itu apa, kalian busa googling sendiri ya. Kali ini kami menggunakan media kain putih polos selebar 200*115 cm. Sebagai pemula, ini bukan lagi sesuatu yang biasa, tapi amazing. Kenapa? Medianya lebar sangat 😆. Tak sedikit di antara kami terpaksa harus memotong kain menjadi ukuran 100*115 atau 115*115. Hal ini dilakukan supaya lebih cepat pengerjaannya terutama. Heum, karya yang butuh effort luar biasa, hasilnya tentu saja tak terlalu mengecewakan. Mengingat kami yang memang masih dalam tahap pengenalan. Mungkin, next bisa dicoba dengan media ukuran lebih kecil untuk uji motif. Dan yang lebih menggembirakan lagi, kegiatan ini bisa jadi salah satu project bermain bersama ananda.

Mestinya shibori itu dilakukan dengan cara mencelup. Tapi kali ini kami berbeda atau mungkin aku yang kurang banyak menyimak. Jadi teknik pewarnaan kami tidak dicelup. Melainkan, tuang dan remas (untuk meratakan warna pada kain). Nah, kenapa ini bisa jadi project dengan ananda? Karena ada banyak proses belajar di dalamnya. Seperti mengenal warna, melatih motorik, mengenal pola, dan masih banyak lagi yang dapat kita sisipkan dalam kegiatan ini.

Saking menariknya, aku sampai tak terpikir untuk mengakhiri tulisan ini. Semoga sedikit sharing ini tetap bisa diambil manfaatnya. See you next letter.

Kediri, 17919

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter