Random Text

Bismillahirrohmaanirrohiim ....
Ehem, udah kaya nulis diary belum? 😊
***
Sepakat, hari ini adalah hari pertama ngeblog. Lagi dan lagi harus memulai dari awal. Meski sebenarnya ini juga tidak terhitung dari awal sih. Kan, blognya sudah ada sejak 2017 lalu. Dari pada terus-terusan lahirin tapi enggak dirawat, lebih baik kan membesarkan yang sudah ada ya. 😁
***
Kenapa judulnya Random Text?
Ya, karena aku sendiri masih belum fix mau post apa hari ini. Bisa dikatakan belum ada persiapan untuk post pertama ini. Konsep sih selalu ada, tapi di kepala. Dan tanpa realisasi, konsep hanya akan tinggal konsep. Bisa saja menguap dan menempel pada petak ingatan yang lain.

Hah, baiklah. Biarkan saja itu berlalu. Sekarang, mari kita fokus pada sesuatu yang juga tidak fokus. Namanya juga random text bukan?

Well, mari kita mulai saja diskusi tentang apapun.
Pertama tentang, mengapa blog ini kembali eksis. Tepatnya sejak bulan Ramadan ini, aku nyemplung dalam satu kolam yang isinya para pecinta dunia tulisan. Baik itu menulis maupun membaca, pokoknya tulisan. Sedangkan aku sendiri dari dulu semacam obsesi bisa menulis aktif. Everything bisa kubagi, pikirku. Terlepas dari bagaimana kualitas tulisanku. Yang jelas, berbagi itu tentu sesuatu yang bermanfaat, bukan?

Yups, kolam itu bernama ODOP. Apa itu ODOP? Nanti saja kita kenalan. Tapi pada saat itu, aku belum menjadi anggotanya. Baru menjadi salah satu peserta event Ramadan. Apa namanya? Ramadan Writing Challeng, disingkat dengan RWC. Sebulan penuh aku memaksa diri untuk menulis. Meski tulisanku lagi-lagi random (baca: enggak jelas jenisnya), tetap saja aku setor tulisan. Ada kalanya aku rapel, ada kalanya aku titip gambar dulu. 😆

Karena RWC menggunakan kata kunci yang dibuat dengan sebuah gambar, entah karena apa. Tapi mungkin juga karena platform yang digunakan saat itu adalah instagram. Nah, suatu ketika aku mulai enggak jelas dalam hal managing time, yang akhirnya berdampak pada caraku post tugas. Salah satunya ya itu tadi, nitip gambar.

Kata salah satu teman di kelompokku negur, "Kebiasaan dititip dulu ya gambarnya Mbak?"
"Biar tak terdistrak dengan post yang lain." Jawabku cengengesan.

Sebetulnya bukan hanya karena takut terdistrak, sehingga memengaruhi bentuk feedku yang "kurang" cantik. Tapi lebih pada grafik semangatku yang mulai down. Baru hari ke-6, aku sudah mulai kelimpungan mempertahankan ritme menulis. Karena sebetulnya aku mengagendakan 15 menit pagi untuk menulis. Ini dulu menjadi agenda rutin yang kuberi nama 15 menitku.

Kedua. Jadi, ODOP itu apa? ODOP itu, kamu bisa tahu lebih banyak dengan mencari tahunya di sini. Coba, apa yang kamu temukan? Mari kita diskusikan di kolom komentar.

Sejauh ini yang aku tahu adalah One Day One Post. Iya, jadi sehari satu pos. Mana aku tahu bagaimana teknisnya. Pokoknya, pantengin aja terus itu salah satu platform media sosialnya, supaya kamu dan aku bisa sama-sama belajar dan tahu tentang apa itu ODOP.

Aku sendiri kenal ODOP dari sahabat dalam satu komunitas, Ibu Profesional. Entah apa yang membuatku banyak bertanya saat itu. Dan waktu itu aku mengenal ODOP ada lebih dari satu, meskipun mereka berbeda satu sama lain. Dan sejak jadi peserta RWC itu, aku jadi nekad tahu lebih jauh tentang pendaftaran untuk menjadi anggotanya. Salah satu motivasiku ya karena aku ingin aktif  berbagi di media, seperti blog pribadi yang saat ini kamu kunjungi.

Oleh karena itu, untuk bisa menjadi aktif. Aku perlu memaksa diri untuk mengaktifkan saraf-saraf menulis. Salah satunya dengan cara yang seperti saat ini kamu lihat. Menghasilkan karya di sini. Memaksa bukan berarti melampaui batas mampu siapa dirimu. Hanya saja, kamu perlu memaksa diri untuk take action sampai benar-benar mencapai titik batasmu sendiri. Pusing? 😂

Intinya, lakukan sesuatu sampai batas mampu maksimal. Baru kamu akan tahu, apakah kamu memang benar-benar bisa atau sangat bisa.

Ketiga. Program apa yang sekarang sedang kujalani? Yes, pertanyaan menarik ini mah.
Aku sedang proses ujian masuk jadi salah satu anggota ODOP. Enggak tanggung ya? Kalau RWC dulu sebulan, kali ini aku harus aktif selama dua bulan. Ya, peraturannya sih kurang lebih sama dengan RWC. Ehm, sebetulnya aku sedang tidak ingin mengingat aturan itu. 😆 Bukan apa-apa sih. Aku hanya merasa tertekan ketika harus mengingat apa aturannya. 😋 Jadi, aku lebih memilih menyimpan aturan itu, dan fokus pada apa yang akan kulakukan. Mau apalagi? Ya nulis lah.

Rencananya nanti, di blog ini akan ada beberapa tema yang akan kubawakan tiap hari. Supaya kamu tidak bosan mendengar aku bicara. Eh, salah ya. Aku kan menulis, bukan bicara.

Ya, kira-kira seperti itu yang bisa aku sampaikan di mukadimah yang "kurang" menarik ini. Semoga besok konsepku sudah fix, dan seterusnya bisa istiqomah. Kalau pun toh perlu revisi, tentu akan ada revisi di bagian mana pun yang diperlukan. Jadi, jangan segan sampaikan kritik dan saran yang membangun untuk Penenun Kata ya....

Assalamu'alaikum ....

Kediri, 9919

Related Posts

There is no other posts in this category.

2 komentar

  1. Semangat selalu Mbak Nana 😘😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah... Terimakasih inces... 🤗🤗🤗

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter