Misi Spesifik Hidup

Pernahkah di antara kita bertanya, apa tujuan kita diciptakan? Atau lebih sederhananya, mengapa kita berada di sini saat ini? Pernahkah terlintas, bahwa ada misi spesifik hidup yang Allah titipkan di masing-masing bahu kita?

Ya, setiap dari kita diciptakan dengan tujuan. Karena Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, bukan? So, di sini aku cuma ingin berbagi sama kalian. Perkara apakah kalian setuju atau tidak, itu bukan urusan. Kita bahkan bisa saling berbagi. Mungkin saja, apa yang kuketahui masih jauh dari kata mendalam. Jadi, tidak ada salahnya dong kalau kita berdiskusi?

Kata Arhana,
Misi spesifik hidup itu bisa diraih dengan caa bermimpi. Kupikir-pikir, benar juga. Tanpa mimpi seseorang tidak memiliki semangat untuk meraih sesuatu. Dan bisa saja, dia hanya akan berjalan tanpa arah. Atau pun berarah tapi tak ada makna di dalamnya. Pernah merasakan hal itu?

Nah, bermimpi itu sama dengan melakukan pergerakan dan perubahan. Tapi, hanya mimpi yang diwujudkan saja, yang akan mengantarkanmu pada sebuah pemaknaan dari misi hidup. Bukan mimpi yang dibiarkan mengalir mengikuti arus angin. 

Dan pada akhirnya, misi spesifiklah yang akan menjawab semua pertanyaanmu. Mengapa kamu ditempatkan Allah pada situasi dan kondisi saat ini kamu berada. Mengapa kamu dilahirkan di tengah keluargamu. Mengapa kamu ditempatkan di lingkunganmu tinggal saat ini.

Sekalipun perasaanmu lelah dan merasa lemah. Tidakkah ingat, bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar. Allah tidak mungkin membiarkan kita berjalan sendirian, tanpa bekal, tanpa arahan. Hanya saja, apakah kita sudah sepeka itu mengenali tanda-tandanya? God Sign itu ada di mana-mana. Tapi, bagaimana kemudian usaha kita menjadikan diri peka terhadap tanda.

Jadi, setiap manusia memang telah disetting kekuatan dan kelemahannya. Kedua fitur ini jika disikapi dengan baik dan bijak, tentu akan membawa manfaat. Sebab sekali lagi, Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Maka, sebelum terlambat, kita kenali diri sendiri. Apa yang jadi kekuatan, manfaatkan untuk kebaikan karena Allah. Dan apa yang menjadi kelemahan, syukurilah, sebab itu juga karunia Allah. Dengan mengenali diri seperti ini, semoga Allah juga mudahkan kita mengenali misi spesifik hidup, sehingga kita bisa kembali dalam keadaan misi terselesaikan, juga husnul khotimah. Aamiin

Wallahu a'lam bishshowab

Kediri, 11919

Related Posts

There is no other posts in this category.

6 komentar

  1. berburu petunjuk Tuhan ya

    BalasHapus
  2. menyoal misi spesifik kita adalah menjawab semua pertanyaan kita, jadi teringat cerita Nabi Ibrahim yang bertanya tentang Bulan, Bintang, Matahari dimana Matahari pernah menjadi Tuhan kaummnya pada waktu itu.

    aku suka dengan kesimpulanya, ada do'a disitu, AAmiiiin. makasih ya Kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Kak Ibrahim. Selalu disempatkan mampir dan meninggalkan jejak.

      Hapus
  3. Maa syaa Allaah terimakasih telah berbagi.
    Kembali memperbesar semangat pada diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Tabarokalloh Mbak Yusi

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter