Membaca Vs Menulis

Pernah tidak terpikir hubungan antara membaca dan menulis? Kenapa kemampuan menulis itu dipengaruhi oleh seberapa banyak kita mampu membaca. Atau apa yang kita baca? Bahkan tulisan kita dapat dipengaruhi juga oleh materi apa yang telah kita baca.

Mungkin itu yang disebut dengan apa yang kau tuang sama dengan apa yang kau isi. Jadi, isi teko yang kau tuang sama dengan apa yang pernah kau masukkan. Misalnya saja kopi, maka tidak mungkin teh yang akan keluar di setiap cangkir yang kau tuangi.

Maka, semakin banyak membaca akan semakin memperkaya kita dengan beragam gaya, pengetahuan, juga ide. Seolah tak pernah mati. Akan ada saja hal yang mampu kau sampaikan lewat tulisan. Dan karenanya menulis itu berhubungan erat dengan membaca.

Sebagaimana menulis, membaca juga butuh ruang yang harus diisi oleh orang-orang sesama pecinta buku. Untuk saling support dalam hal keistikamahan membaca, pertama. Kedua, untuk bisa saling diskusi tentang apa yang telah ia baca. Bisa jadi, obrolan ringan kalian itu justru menjadi ajang bedah buku dari semua aspek.

Dan ternyata aku baru menyadari sesuatu. Setelah kita peka terhadap lingkungan (baca: sebagai bekal lancar menulis), kita juga perlu banyak membaca. Jika menggunakan perbandingan maka akan menjadi seperti ini,
Baca, baca, baca, tulis
Intinya banyak membaca, kemudian menuliskannya.

So, jadi seimbang itu baik. Yuk kita bisa jadi saling bantu untuk menjadi kokoh di kedua sisi. Perbanyak materi bacamu, dan kuatkan latihan menulis juga.

See you next moment...
Happy reading and lettering

Kediri, 16919

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter