Learning by Walking

Bacanya, belajar sambil jalan-jalan.

Sahabat PeKat pasti sering mendengar, ketika sedang tidak fokus pada pekerjaan atau merasa sangat bosan, kemudian ada yang bilang kurang piknik, butuh piknik, dan hal lainnya yang berbau piknik. That's why hari ini aku mau membahasnya.

Ternyata ada benarnya lho. Karena ternyata ketika di jalan kita bisa belajar banyak hal tentang hidup, lingkungan, sosial, dan alam. Everything that you see. But of course, ada harga yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan semua fasilitas tersebut. Oh tidak! Harga tidak mesti berhubungan dengan uang ya sahabat. Kamu bisa memaknainya dengan apa yang bisa kamu tukar. Seperti halnya barter.

Jadi, kamu bisa membayarnya dengan apa untuk bisa belajar sambil jalan-jalan itu. Kepekaan. Coba kamu ingat-ingat lagi, pernahkah ketika jalan-jalan kamu melihat realitas sosial, kemudian berpikir tentang kenapa itu terjadi? Satu pertanyaan saja, aku yakin mampu membawamu pada sebuah perenungan hingga kamu mendapat pelajaran-pelajaran baru hari itu.

Well, semua itu cuma bisa diraih jika kamu sudah mengaktifkan fitur peka di hati dan seluruh inderamu. Sebab mereka yang akan pertama kali merekam, hingga kemudian diolah oleh akal dan hati. Maka, piknik seperti inilah yang mestinya kita butuhkan.

Piknik atau jalan-jalan pun bukan hanya sekedar melangkahkan kaki keluar rumah. Tapi sambil sesekali menengok kehidupan sosial di sekitar kita. Dengan begitu, sisi kemanusiaan kita akan kembali full energy. Meski mungkin apa yang kita lakukan di luar sana sangat sederhana. Sesederhana kamu melangkah untuk berjalan. Tapi, tidak kah kamu sadar bahwa banyak sekali nikmat yang kamu terima ketika sedang bersenandung dengan alam.

Hehijauan yang sedang kamu nikmati adalah anugerah Allah. Udara segar yang tanpa kau sadari juga anugerah dari Allah. Semua itu rezeki yang tiada pernah sanggup kita menghitungnya. Tidak. Oleh karena itu belajar tak kenal waktu, media, juga usia. Apapun yang kita lakukan niatkan karena Allah dan ikhlaskan diri menerima hal baru, untuk kemudian dapat raih hikmahnya.

 Wallahu a'lam bishshowab

Semoga yang singkat ini dapat diambil manfaatnya.

Kediri, 22919

Related Posts

There is no other posts in this category.

22 komentar

  1. Setelah baca ini jadi pengen piknik

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😅
      Yuk piknik ke sini kak

      Hapus
  2. PeKat
    Itu memang gitu ya kak nulisnya???

    Mnurut aku sendiri butuh piknik, kurang piknik tidak selalu berarti harus pergi jalan2 tapi bisa seperti ingin mengatakan kurat update.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes it. Itu singkatan sih. Penenun Kata.


      Yups, piknik enggak harus jalan-jalan. Sepakat.

      Terimakasih sudah meninggalkan jejak Mbak Dina...

      Hapus
  3. saya kurang peka, saya butuh piknik :"
    tapi sekarang sudah senin, libur maish lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Piknik kan enggak harus pergi jauh Mbak Hana. 😊

      Refreshing dengan cara silaturahmi juga oke. Berkunjug ke rumah teman. Meski cuma sebentar.

      Eum, mungkin ini akan match kalau baca tulisanku yang sebelumnya. Keseimbangan Itu Penting.

      Semangat beraktivitas Mbak Hana.

      Hapus
  4. lagi-lagi tulisan ini mengajarkan bahwa menjadi Peka itu penting. bisa membuat hal yang mahal menjadi murah. pada dasarnya piknik itu supaya membuat pikiran menjadi terbaharui/direfresh, kalau kitanya enggak peka, sepertinya piknik ya piknik, pelajaranya enggak dapet, hehe.


    Terimakasih Kak.
    suka dengan panggilan PeKat kepada kita, sebagai pembaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Kak Ibra...

      Mari belajar bersama

      Hapus
  5. Belajar sambil jalan-jalan... modalnya hanya peka ya, Mbak. Itu kuncinya, kalau nggak peka, sejauh apapun langkah kita, ya nggak akan ada hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap perjalanan kita. Begitu ya? Ah, Saya suka saya suka.
    Jadi pengen jalan-jalan nih... 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoho... Jangan lupa ajak saya kalau mau jalan-jalan ya... 😁

      Hapus
  6. Banyak orang yang gak peka sih. Padahal akutu maunya dibeliin cheese cake, tapi mereka gak peka

    #ehgimanasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😅😅😅
      Mau berapa balok Bunda?

      Eh

      Hapus
  7. Suka paragraf akhirnya👍 selalu peka, peka akan kebesaran-Nya. Dan betul sekali kadang kalau mumet enaknya memang jalan"😁

    BalasHapus
  8. Mengasah kepekaan memang penting ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak... Ini diulang-ulang saat ada pelatihan menulis. Kalau dipikir-pikir ya memang benar.

      Hapus
  9. Piknik yg murah meriah, yg penting hati bahagia

    BalasHapus
  10. Masyaa Allah, aku suka kesan sederhana dalam pemaparannya, mengajari tapi nggak menggurui gitu... Ayo ah Kak kita piknik! Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Let's go!!!
      Ke mana Mbak? 😚

      Hapus
  11. Ihiyy, jalan sambil nyari angin segar. Learning sambil nyari anak tetangga yang masih single. wkwkwk #peace

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter