Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Sabtu, 21 September 2019

Kisah Inspiratif

Hai Sahabat Pekat?
Siapa yang mengira ini adalah sebuah kisah? Bukan ya ....
Hari ini aku mau berbagi tentang penulisan. Lagi-lagi tentang menulis. Seperti halnya cinta, ia tak akan pernah habis diperbincangkan. Setiap masa memiliki kisahnya sendiri-sendiri. Begitu juga menulis, menurutku. Menulis memiliki cakupan yang sangat luas. Mulai dari teori tentang teknik menulisnya sampai beragam jenis tulisan itu sendiri.

Nah, kali ini aku mau sharing  tentang Kisah Inspiratif. Sebenarnya ini adalah catatan perjalanan, selama aku menangani naskah dengan genre ini. Jadi, mari kita menjelajah bersama dan kalau ada yang kurang tepat dengan tulisan ini, Sahabat PeKat boleh lho memberikan saran dan tambahan di kolom komentar. Ok? Kita belajar bersama yuk...
___**___

Bismillahirrohmaanirrohiim
Menulislah dengan hati, maka akan sampai ke hati.
Sejatinya menulis adalah aktivitas berpikir. Meskipun secara kasat mata ia hanya tampak seperti hanya bermain-main saja dengan pena atau papan ketik. Meskipun ia merupakan perpaduan dari olah pikir dan keterampilan menulis atau mengetik, tetap saja perlu melibatkan hati untuk menuangkan ide-ide ke dalam media tulis. Dan apapun yang kita sampaikan tulus dari hati, insyaallah akan sampai juga kepada hati pembaca.

Sahabat Pekat tentu sudah mahir dalam hal membaca. Buku dengan jenis apapun atau dari jenis yang menjadi peminatan sahabat. Sekalipun temanya merupakan yang kita minati, tetapi tidak semua mampu menyentuh dinding di satu ruang hati. Betul tidak? Nah, hal-hal demikian ini memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi para penulis. Bukan hanya pembaca, aku yakin, penulis yang tidak menyertakan hatinya dalam proses menulis, akhirnya juga merasa hampa dengan tulisannya sendiri. Jadi, menulis yang melibatkan hati memang akan terasa full meaning dari pada yang hanya sekedar menulis.

Tuliskan hal-hal yang dekat denganmu.
Sahabat PeKat tentu tidak asing dengan tips ini ya? Di mana-mana aku pikir tips ini selalu turut serta saat ada kajian menulis atau kelas-kelas pelatihan tentang menulis. Karena memang menuliskan hal yang paling dekat dengan kita justru memberikan warna tersendiri bagi tulisan. Lain cerita jika kita harus membicarakan sesuatu yang tidak dikenal sama sekali.

Maka, menuliskan hal yang paling dekat adalah amunisi untuk meruntuhkan writer block. Sekali lagi, itu adalah salah satu cara saja. Selain itu tips ini juga berguna bagi pemula yang memang seringkali merasa bimbang akan menulis apa. Oleh karena itu, di tulisan sebelumnya aku menyebutkan, bahwa menulis itu butuh peka. Karena peka akan membantu kita untuk mengangkat sesuatu yang sederhana menjadi spesial, jika diungkap dari berbagai macam sudut pandang.

MENULIS KISAH INSPIRATIF
Kisah inspiratif sebenarnya adalah salah satu jenis tulisan dengan genre faksi. Yaitu fakta yang dikhususkan layaknya karya fiksi. Jadi, naskah dengan genre ini bersumber dari data dan fakta, bukan imaji dari penulisnya.

Untuk jenis ini, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Meskipun bukan imajinasi seorang penulis tetap saja ada sentuhan fiksi di dalamnya. Sehingga naskah faksi terlihat menarik bagi para pembacanya.

Selain itu, kisah inspiratif harus ditulis menggunakan POV orang pertama. Siapa itu? Penulis. Jadi sekali pun kisah orang lain yang kita angkat, tetap saja sebagai penulis kitalah yang memiliki peran utama dalam penceritaan. Sampaikan apa yang membuatmu mengangkat kisahnya. Apa yang dapat pembaca ambil pelajaran darinya?

Jadi, POV 1 di sini yang dimaksud bukanlah sudut pandang orang pertama sebagai tokoh saja. Sahabat PeKat bisa mengangkat kisah orang lain juga, lho.

Nah, kalau buat sahabat Pekat, bagaimana? Apakah kalian punya pandangan tersendiri untuk ketentuan penulisan kisah inspiratif? Silakan dibagi di kolom komentar ya...
___**___

Kediri, 21919

4 komentar:

  1. Setuju deh sama Kak Arhana ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung kak...

      Hapus
  2. Dan tulisan mba ini sudah menginspirasi saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Kak Lusi, sudah berkunjung... 😊

      Hapus