Free Writing (FW)

Akhir-akhir ini aku menulis secara acak apa yang ingin kubagikan kepada pembaca. Di teks sebelumnya aku menyebut tulisanku itu random text (RT). Selain kontennya acak, pikiranku juga mengambil secara acak apa yang akan dituangkannya. Nah, kali ini aku tertarik untuk membicarakan tentang free writing.

Sederhananya, FW itu ya semacam RT versiku. Menulis apapun yang ada dalam pikiran tanpa beban. Tanpa berpikir tentang apapun yang berkenaan dengan tata aturan menulis. Jadi, bebas. Ini adalah salah satu cara untuk melepaskan diri dari kesemrawutan pikiran kita sendiri. Dan tentu saja supaya kita bisa menulis dengan bahagia. Sekali pun kalian yang belum menyukai aktivitas ini. Menurut Pak Haidar Bagir di pengantarnya untuk buku karya Pak Hernowo menyebutkan bahwa tulisan dan konsep Pak Hernowo ini membawa mereka yang tidak suka menulis menjadi menyukainya.

Dewasa ini tentu saja banyak ditemukan referensi yang berkait dengan manfaat menulis. Salah satunya yaitu membuat penulis bahagia. Maka, tentu saja ada tata aturan sendiri supaya menulis itu bisa mengantarkan pelakunya menjadi bahagia. Kira-kira apa menurutmu?

Yup, mengutip pengantarnya Pak Haidar Bagir dari Goldberg, bahwa suga menulis itu ada ketika seseorang berhasil mengalirkan pikirannya sendiri secara bebas. Nah, bayangkan jika ini dilakukan oleh para penulis pemula. Apa yang akan terjadi ya? Mungkin tidak ada yang namanya takut menulis, alasan bahwa ia tak bisa menulis, karyanya jelek, tidak percaya diri, dan lain-lain yang lebih buruk lagi  mungkin. Karena dengan begini justru akan membangun karakter baru dalam diri kita masing-masing.

Jadi, selain blog walking (BW) kita juga bisa mengatasi writer block dengan melakukan free writing (FW) terlebih dahulu.

Kemarin aku sempat ulas bahwa semakin kita fokus pada apa yang ingin kita tulis. Maka, semakin kita akan tertekan dan stres dalam kondisi tersebut. Oleh karenanya tulis saja apapun yang mengalir dalam pikiranmu, tanpa takut mengganggu atau kurang. Karena tidak ada manusia sempurna, jadi bagaimana kita tahu di mana letak kurangnya jika tak pernah mencoba.

Ok, see you soon.
happy reading and learn more

Assalamu'alaikum
Kediri, 19919

Related Posts

There is no other posts in this category.

13 komentar

  1. wa'alaykumussalam :)
    semangat kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih akak sudah mampir ... ^_^

      Hapus
  2. Siap ... Semangat belajar bareng y 😆👍

    BalasHapus
  3. 'alaikumussalam... ternyata selama ini yang aku lakukan dalam tulisan-tulisanku adalah RT ya, hehehe. Memang betul karena aku merasakan. sebagai penulis pemula, menulis dengan tuntutan tertentu membuat kita aku jadi tertekan, jadi bingung sendiri. Hasilnya ya enggak nulis-nulis. hehe.

    Terimakasih tulisannya Kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups... RT sekalipun, suatu saat akan memanen buahnya jika dilakukan dengan istiqomah... Mari belajar bersama kak Ibrahim... Terimakasih sudah berkunjung...

      Hapus
  4. Setuju sama paragraf terakhir mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak Lusi atas kunjungannya...

      Hapus
  5. Suka dengan tulisannya, Kak. Nice sharing! Semangat terus nulisnya ya Kaak

    BalasHapus
  6. Yess, betul sekali. Bahkan free writing pun bisa menjadi salah satu terapi jiwa yang paling ampuh :)

    BalasHapus
  7. Tambah informasi baru tentang penulisan nih, RT dan FW.

    BalasHapus
  8. Menulis sesuatu hal yang ingin ditulis

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter