Blog Walking (BW)

Design by Canva


Pernah tak melakukan BW? Atau kamu lebih memilih stalking? πŸ€”πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Ups...

Aku perlu katakan bahwa blog walking ternyata menyenangkan. Tidak hanya memantik ide juga dapat menghidupkan diskusi dengan pemilik blog. Apakah itu tentang isi blog atau justru melahirkan pembicaraan lain dari tulisannya. Sebab, obrolan ringan pun tercipta dari topik yang saling terkait, sambung menyambung sampai tak terasa bahwa obrolan itu telah berlangsung selama dua jam lebih.

Ketika kemarin aku melakukan satu hal yang keliru menurutku, dan lupa melakukan satu hal yang penting sebagai toleransinya. Atau kalau kamu keracunan, maka anggap yang kamu lupakan itu penawarnya. Bisa dibayangkan bukan, apa jadinya?

Yes, rasanya mati. Enggak tahu harus menuliskan apa. Aku seperti tidak pernah mengetahui apapun. Itu terjadi ketika aku hanya fokus pada menulis. Dan fokus pada apa yang kutulis. Padahal mestinya tema yang kuangkat bisa dikupas dari sisi mana pun. Tapi aku melupakan beragam teknik penawarnya. Salah satunya adalah blog walking.
___**___

Seperti tulisanku sebelumnya. Menulis itu tak lepas dari aktivitas membaca. Apa kamu berpikir bahwa membaca hanya sekedar memindai buku atau tulisan di blogku seperti ini? Tentu saja tak sepenuhnya benar tapi juga tidak salah. Pernah berpikir bahwa mengamati lingkungan dan menjadikanmu peka juga merupakan proses membaca?

Ya, membaca lingkungan juga salah satu cara kita menggali ide lebih dalam. Memantik sisi yang padam, supaya kembali menyala dan membara. Tapi yang kulakukan justru sebaliknya, fokus hanya pada tulisan. Dan yang terjadi adalah tidak menghasilkan apa-apa, kecuali teks yang ditarik ulur. Ketik hapus ketik hapus.
___**___

Oleh-oleh BW
PROSES KREATIF
Ada salah satu blog yang menyisakan catatan kecil untukku. Sebab adanya istilah proses kreatif, membuatku semakin dalam berpikir tentangnya. Hingga membawaku pada sebuah pengembaraan yang saat ini sedang kalian pindai. Selain itu ada dua kata di dalam tulisan tersebut yang berhasil ter-highlight dalam benakku. Yang kemudian melahirkan tulisan ini sebagai hasil dari kontemplasi tak membosankan.

Dua kata itu adalah dianggap mampu dan melanjutkan.

Aku meninggalkan jejak tentang kesan ini. Dan aku bicara dalam konteks keilmuan yang sejalan dengan konten tulisan. Bisa jadi itu justru menjadi pesan bagi pihak yang bersangkut. Tapi kali ini, aku membawa oleh-oleh berbeda. Aku justru menemukan analogi baru untuk sebuah event.

Seperti halnya saat ini. Ketika aku mengikuti tes masuk ODOP. Salah satu masa pra-nya adalah posting tulisan di blog pribadi selama dua bulan. Ok, kali ini kalian setuju atau tidak itu urusan kalian.

Masing-masing event menulis selalu menggunakan batasan waktu. Membuat tulisan minimal sekian paragraf atau kata dalam waktu 15 hari, satu bulan, dua bulan, dst. Harapannya hanya satu dan semua sama, terbiasa menulis dan membangun habit. Maka di sinilah letak dianggap mampu terjadi. Kenapa? Karena pada masa itu minimal sebuah kebiasaan baru akan terbit pada diri pelaku. Dalam konteks ini, peserta yang turut dianggap sudah mampu atau terbiasa menulis setiap hari. Sehingga ketika event selesai, kebiasaan itu juga tidak ikut sirna. Meski dalam teori lain yang pernah kubaca minimal berlatih secara kontinu selama 90 hari berturut-turut.

Nah, harusnya proses kreatif ini tidak berhenti sampai event berakhir. Akan tetapi, seyogianya peserta dapat melanjutkan apa yang sudah dibiasakan pada event yang diikuti. Nah, inilah kenapa dianggap mampu dan meanjutkan seperti mempunyai korelasi yang tegas tapi tak kasat mata dengan sebuah proses kreatif.
___**___

Jadi, kalau writer block-mu sedang menghampiri. Segera lakukan hal-hal ringan yang membantu menyegarkan ide. Salah satunya blog walking, salah banyaknya ada yang jalan-jalan, nonton film, mendengar musik, atau baca buku. Bergantung pada hal unik dan spesifik yang melekat pada diri kalian masing-masing.

Wallahu a'lam bishshowab

Sampai jumpa lagi di ruang makan. Kita akan ngobrol lebih banyak sambil nyoklat hangat.

Selamat Mengembara dengan tulisanmu sendiri.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh

Kediri, 17919

Related Posts

There is no other posts in this category.

28 komentar

  1. Wa'alaikumussalam ...
    Bicara BW ataupun stalking, iseng-iseng gue buka Ig nya Mbak Arhana Hadiana ... Dan .... Ternyata ... Mbak Arhana ini berpengalaman di ODOP, tulsannya kreatif. Hehe .

    Ternyata detail kecil seperti BW aja tetep di perhatikan toh

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜„
      Bisa aja kak Ibrahim. Kalau dikatakan berpengalaman, sy masih harus banyak belajar.

      Terimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  2. terus semangat kak... silahkan mampir ke kairo temansenja.com :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir kak... Insyaallah akan main ke Kairo...

      Hapus
  3. Bagus kak 😊

    Tapi mungkin perlu diperbaiki lagi. Untuk kata yang diambil dari bahasa asing itu harus dicetak miring πŸ˜‡

    Semangat menulis kak πŸ’ͺ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas krisannya. Benar sekali, belum melalui selfedit kak, sekali duduk langsung post. =_=

      Hapus
  4. hehe iya lho ternyata BW itu seruuu, kita jadi tahu lebih banyak ide-ide menulis dari orang yang kadang gak kepikiran dan nambah referensi kita juga :) semangat terus Kak...
    jangan lupa BW ke tempat saya juga yah heheee.. dan follow :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, benar Mbak.

      Terimakasih Mbak. Insyaallah akan berkunjung juga...

      Hapus
  5. BW memang sangat memotivasi sekali karena melihat postingan2 lainnya keren2 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak... ^_^
      Terimakasih sudah berkunjung....

      Hapus
  6. Bener banget kakk. Banyak bgt guna blogwalking:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups... Terimakasih sudah mampir Mbak Sulis... *_*

      Hapus
  7. Untuk menulis hatus banyak membaca. Untuk berbicara harus banyak mendengar. Nice kk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak... Terimakasih sudah meninggalkan jejak... ^_^

      Hapus
  8. Dari BW bisa punya banyak bacaan ya, bisa jalan2 ke blog siapapun....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali kak. BW bisa membawa kita melintas ke belahan bumi mana pun. Informasi itu terhampar. Dan mungkin saja, ini jadi media korespondensi, menggantikan surat yang di tulis tangan pada jamannya.

      Hapus
  9. Yups
    Semua bisa menjadi cerita sih
    Makasih atas kalimat memberi inspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Kak.
      Terimakasih sudah berkunjung.

      Hapus
  10. Dari BW aja jadi tulisan keren gini loh kak.
    Bahasanya pun aku suka. Diksinyaa sukakkk

    BalasHapus
  11. Setuju, BW bisa jadi pemantik ide dan kreativitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar itu kak. Kita bisa mengulang apa yang disampaikan orang lain, dengan cara dan sudut pandang kita.

      Terimakasih sudah berkunjung kakak.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, dan berkenan membaca artikel ini hingga selesai. Silakan berjejak untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Salam,
-arhana-

Subscribe Our Newsletter