Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Selasa, 05 September 2017

No Excuse, Just Do It!

Rabu, 26 Juli 2017 06.09


Bismillaahirrohmaanirrohiim


Alhamdulillah, sudah memasuki hari ketujuh. Semoga istiqomah hingga hari kesepuluh. Dan terus Istiqomah hingga hari ketigapuluh. Lanjut Istiqomah hingga mahir. Dan excellent.


Just do it. Semua bergerak biidznillah. Dan semua bergerak dengan niat mencari ridlo Allah. Menuliskan segala argumen dan uneg-uneg dalam hati dan pikiran. Harapannya melalui ini Allah ridlo untukku lebih sehat dan bahagia. Karena dengan menulis seperti ini. Melahirkan apa yang terkandung di dalam hati dan pikiran, menjadikan skema menjadi alur yang jelas. Benang-benang kusut terurai. Sehingga kelanjutannya memohon sama Allah, semoga ini menjadi wasilah diri supaya bermanfaat untuk usia, keluarga dan masyarakat.


Menjadi changemaker atau agen perubahan, atau juga sosial entrepreneur dengan sejuta solusi bagi isu sosial. Bukan perkara mudah dan tiba-tiba terbentuk seperti yang kebanyakan kita lihat pada diri orang-orang sukses. Melainkan berjuta kali proses manis pahit yang sudah mereka lalui dan jalani. Sehingga membentuk karakter dan pribadi positif.


Maka, jika kamu ingin tangguh seperti kebanyakan tokoh yang selama ini sudah digandrungi masyarakat luas karena kepribadiannya. Jangan hanya merasa ingin. Tapi do. Lakukan proses. Prosesmu dengan yang lain akan berbeda. Tapi kamu boleh belajar dari proses orang lain. Yang ini ikhtiar supaya kamu tidak melakukan kesalahan yang sama dengan yang sudah dilakukan oleh orang lain.


Maka, sesuaikan dengan kebutuhanmu. Sesuaikan dengan kemampuanmu. Berproseslah sesuai dengan fitrahmu. Sebagai manusia individu dan sosial. Sehingga tidak akan ada istilahnya memaksakan diri. Memaksakan diri itu ada di garda awal. Di lini pertama kamu melangkah. Sebab, di sana kamu akan menemukan yang namanya takut, merasa susah, malu, dan serbaneka perasaan yang menggerogoti diri sehingga kamu selalu beralasan untuk menunda. Kata Pak Isa Alamsyah no excuse.


Kalau mau sukses, kuat, dan tangguh itu no excuse. Jangan kebanyakan alasan. Toleran berbeda dengan alasan. Toleransi masih memiliki batas. Akan tetapi toleransi juga harus dibunuh dengan ketegasan. Itu merupakan langkah menuju disiplin diri.


Lalu mengapa, masing-masing memiliki proses yang berbeda? Sebab manusia diciptakan dengan misi hidup yang berbeda pula. Kekuatan dan kelemahan yang tidak sama. Sehingga, no duplicated. Be yourself. Dan percayalah, Allah akan menolongmu, selama kamu berproses dengan menyertakan Allah di dalam prosesmu. Karena kamu tidak akan betul-betul paham tentang misi hidupmu kecuali hanya mendekatinya. Mendekati dengan jalan terus mendekat kepada Sang Penciptamu.


Tetap semangat

Barokallohu fiik


Assalamu'alaikum wa rohmatulloh wa barokaatuh


Kunjang, 26 Juli 2017 06.25


2 komentar:

  1. Tulisannya bikin aku termotivasi, makasih kak
    tapi ada sedikit typo yang haru diperhatikan

    BalasHapus
  2. 😊 terimakasih... Hehehe ternyata masih terdeteksi... Terimakasih sudah berkunjung 😍😘

    BalasHapus