Follow Me @arhana.handiana

@arhana.handiana

Senin, 21 Agustus 2017

Menulis Menyehatkan

Agustus 21, 2017 0 Comments

Menulis itu bukan perkara hobby atau bukan.
Juga bukan perkara bisa atau tidak.
Tapi perkara mau atau tidak.

Sederhana saja ya,
Bukan untuk menjadi penulis. Mungkin itu ketinggian. Apalagi yang hobbynya bukan menulis. Tapi ketahuilah sahabat, menulis yang dengannya mengungkapkan isi hati, itu dapat membantumu keluar dari keruwetan. Tentu, "closing statemen"nya juga harus berupa advice.
Kata kamu, mana bisa? Bisa. Ibarat kalau kamu sedang mendengar curhatan teman, kamu pasti sekali dua menyampaikan nasihat-nasihat yang menurut kamu bakal membantu dia, nasihat positif ya tentunya.

Nah, sama halnya dengan itu. Setelah kamu mengorek isi hati, kamu ngomong tuh sama diri sendiri, pelajaran apa yang dapat kamu ambil dari sana. Atau kamu juga bisa memberi saran pada dirimu sendiri untuk "do something" yang akan membuat kamu berubah lebih baik mungkin. Atau hal positif lainnya.

Jadi, ungkapkan, luberkan, segala apapun yang ada di benakmu itu dengan cara yang positif. Bukan untuk dibeberkan ke orang lain lho ya. Tapi "just for yourself". Ketika kamu tahu ruang privacymu di mana. Maka kamu bisa bebas mencurahakannya di sana. Tulis saja sebebas kamu bercerita. Mau kamu mulai dari mana terserah. Ekspresikan sebebas kamu ingin.

Jika di dalam tempurung kepala ide dan "uneg-uneg"mu terkurung dan terkungkung, maka menulislah. InsyaAllah biidznillah, melalui goresan pena dari tanganmu itu, kamu perlahan terbangun untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dan positif.

Untuk yang ingin "public speaking"nya bisa teratur dan runut, boleh ini dicoba. Selain latihan "public speaking" itu sendiri. Tulis terlebih dahulu poin yang ingin disampaikan. Lalu berlatihlah.

Berlatih tak kenal masa juga tidak mengenal usia. Tingkatkan terus kemampuan itu dengan melatihnya. Maka hasil "excellent" bukan lagi mimpi belaka.

So guys, yuk menulis!
Tulis sejarahmu sendiri.

201708210552
_Han_

#Happyday #ExcellentMonday #BeMotivators #Formyself #TeachAnyoneEverywhere #Doingbylearningforeverything #Menulis #MenulisSehat #MenulisBebas #MenulisIbadah #MenulisMenyehatkan #BeBrave #Tobemyself



 http://bit.ly/menyapaku 


Jumat, 04 Agustus 2017

Be Smart

Agustus 04, 2017 0 Comments
"Mendidik satu anak butuh orang satu kampung"

Kalimat itu, bukan lagi cuma jadi wacana. Bukan pula hanya sekedar jawaban ketika ada yang berkeluh kesah tentang polah tingkah anak.

Anak-anak itu luar biasa. Bukan mereka yang salah. Tapi mereka adalah hasil dari apa yang ditanam lingkungan.

Faktor pembentuk karakter manusia, bukan hanya dari satu sisi saja. Namun demikian, keluarga adalah pondasi pembentukan itu sendiri. Pondasi yang dibangun keluarga menentukan pertumbuhan karakter anak di kemudian hari.

Maka, sebetulnya bukan arena pendidikan luar keluarga yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan anak. Tetapi keluargalah yang kudu kuat mendasari anak. Karenanya mari kita bersama-sama saling evaluasi diri.

Sisi kanan kiri itu merupakan pelengkap. Maka, selain keluarga juga ada lingkungan. Sehingga untuk mendidik satu anak butuh orang sekampung. Karena saling melengkapi. Bisa dibayangkan, seandainya masing-masing memahami posisi ini. Masing-masing bisa saling mendukung pertumbuhan positif. Maka, tidak akan ada lagi yang disebut nakal, "mbelis", atau susah.

Sebab anak-anak itu luar biasa.
Jika menginginkan perbaikan, maka mulailah dari diri sendiri.
"Ibda' binafsi"

Salam,
Han
040820171833